
RollingStock.ID – Harga emas dan perak melonjak ke rekor tertinggi pada awal pekan, karena dipicu arus investor ke aset safe-haven di tengah peningkatan ketidakpastian politik dan ekonomi global, terutama terkait Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang akan menyeret Chairman Federal Reserve, Jerome Powell ke jalur hukum.
Berdasarkan laporan Reuters di Bengaluru, Senin (12/1) atau Selasa (13/1) dini hari WIB, emas spot melesat 2,2 persen menjadi USD4.609,58 per ons pada pukul 01.38 WIB, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi USD4.629,94 per ons. Pada saat yang sama, harga emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Februari 2026 ditutup melonjak 2,5 persen ke level USD4.614,70 per ons.
Kepala Riset Komoditas Global Societe Generale, Michael Haigh mengatakan, tingkat ketidakpastian yang tinggi secara langsung menguntungkan pasar emas. Dia beranggapan, setiap pekan selalu muncul sumber risiko baru, sementara itu faktor-faktor pendukung reli harga emas saat ini kecil kemungkinan berbalik dalam waktu dekat.
Sepanjang tahun lalu, harga emas tercatat melonjak lebih dari 64 persen yang merupakan kinerja terbaik sejak 1979, sedangkan perak mencatatkan penguatan tahunan terbesar sepanjang sejarah dengan kenaikan 146,8 persen. Tekanan terhadap The Fed dilaporkan meningkat, setelah pemerintahan Trump mengancam akan mendakwa Powell terkait pernyataannya mengenai proyek renovasi Gedung bank sentral AS.
Powell menilai isu tersebut sebagai dalih untuk mengambil alih kendali kebijakan pemangkasan suku bunga yang diinginkan Trump. Masa jabatan Powell akan berakhir pada Mei mendatang. Laporan Fox News menyebutkan bahwa pemerintahan Trump berencana mewawancarai Rick Rieder dari BlackRock sebagai kandidat potensial pengganti Powell.
Dari sisi kebijakan moneter, The Fed diperkirakan menahan suku bunga pada pertemuan 27-28 Januari 2026, setelah memangkas total 75 basis poin di sepanjang 2025. Meski demikian, pasar masih memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga tambahan pada tahun ini, kondisi yang semakin meningkatkan daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Ketegangan geopolitik juga tetap tinggi setelah Trump mempertimbangkan respons atas penindakan berdarah terhadap aksi protes di Iran, menyusul pencopotan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro dan pernyataannya mengenai kemungkinan mengakuisisi Greenland.
Untuk pasar logam mulia lainnya, harga perak spot sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di level USD86,22 per ons sebelum ditutup melonjak 6,8 persen menjadi USD85,39 per ons. Adapun harga platinum spot naik 3 persen menjadi USD2.342,10 per ons dan paladium menguat 2,5 persen ke posisi USD1.861,44 per ons.
Analis Jupiter Asset Management, Ned Naylor-Leyland mengatakan, pergerakan emas dan perak kerap sejalan, namun arus dana ke perak bisa mendorong pergerakan yang jauh lebih agresif karena ukuran pasarnya yang lebih kecil dan sensitif terhadap aliran investasi. (*)
Penulis: Rahmat A Candra
Editor: Milva Sary
