
RollingStock.ID – Kekhawatiran terhadap perubahan metodologi indeks MSCI Inc mulai mengguncang pasar saham Indonesia, bahkan memicu aksi jual investor asing dan mengakhiri tren arus dana masuk yang sedang berlangsung beberapa bulan terakhir.
Berdasarkan laporan Bloomberg, Senin (26/1), investor asing melepas sejumlah saham domestik senilai USD192 juta sepanjang pekan lalu. Aksi jual ini menjadi arus keluar pertama dari pasar saham Indonesia dalam 16 pekan terakhir, setelah sebelumnya aliran dana asing mencapai rekor tertinggi pada 20 Januari 2026 berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg.
Penarikan dana ini terjadi seiring dengan meredanya minat terhadap saham menjelang penyesuaian indeks yang akan diterapkan MSCI. Analis Aletheia Capital, Nirgunan Tiruchelvam mengatakan, aksi jual tersebut merupakan gabungan dari pengurangan posisi menjelang pengumuman MSCI terkait penyesuaian free float dan aksi profit taking setelah terjadi reli.
Seperti dikutip dari Bloomberg, Nirgunan menambahkan, sebagian dana domestik juga tercatat ikut keluar dari pasar. Pada catatan riset yang dirilis Jumat pekan lalu, analis Goldman Sachs Group Inc, termasuk Alvin So memperkirakan, penghitungan ulang free float Indonesia olehh MSCI bisa memaksa reksa dana pasif menarik dana USD2,3 miliar dari pasar saham dalam beberapa bulan ke depan.
Penarikan tersebut dipicu kemungkinan penyesuaian bobot saham Indonesia dalam indeks global. MSCI dijadwalkan mengambil keputusan pada akhir Januari 2026 terkait kemungkinan memperketat definisi free float, yakni porsi saham yang benar-benar tersedia untuk diperdagangkan dan menjadi faktor utama dalam penentuan bobot indeks.
Jika MSCI menilai bahwa perusahaan-perusahaan Indonesia —yang saat ini sudah memiliki rata-rata free float terendah di Asia— memiliki saham yang dapat diperdagangkan lebih sedikit dari yang dilaporkan, maka investor pasif akan dipaksa mengurangi kepemilikan mereka. Setiap perubahan kebijakan tersebut akan mulai berlaku pada tinjauan indeks MSCI bulan Mei 2026.
Kepala bidang perdagangan saham ASEAN di BNP Paribas Asset Management, Ernest Chew menilai, tinjauan free float MSCI yang akan datang menambah lapisan kehati-hatian di kalangan investor. Dia menegaskan, arus keluar dana belakangan ini lebih mencerminkan langkah pengurangan risiko secara taktis dan penyesuaian posisi portofolio, bukan perubahan pandangan terhadap fundamental pasar saham Indonesia. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
