
RollingStock.ID – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melalui anak-anak usahanya mencatatkan total biaya pengeboran di periode Oktober-Desember 2025 sebesar Rp12,57 miliar. Biaya ini untuk kegiatan pengeboran eksplorasi dan pra-produksi di sejumlah wilayah operasi guna mendapatkan data geologi, kualitas Batubara dan data pendukung perencanaan penambangan.
Berdasarkan laporan ITMG yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (9/1), kontributor terbesar terhadap total biaya pengeboran itu adalah PT Bharinto Ekatama yang mencapai Rp8,14 miliar. Pada periode laporan, Bharinto Ekatama melaksanakan pengeboran pra-produksi di Blok Lempanang dan Blok Tenaik.
Pada Blok Lempanang dilakukan pengeboran pada 77 lubang bor dengan total kedalaman 4.971 meter untuk open hole dan 2.059 meter untuk pengeboran inti (coring). Sementara itu, Blok Tenaik dilakukan pengeboran pada 160 lubang bor dengan total kedalaman 10.923 meter open hole dan 2.055 meter coring. Dari seluruh kegiatan ini didapatkan sebanyak 2.452 sampel batubara.
PT Trubaindo Coal Mining mencatatkan biaya pengeboran sebesar Rp1,85 miliar, yang dilakukan di Blok Selatan, Kutai Barat, Kalimantan Timur. Selama periode Oktober- Desember 2025, Trubaindo melaksanakan pengeboran pra-produksi pada 23 lubang bor yang terdiri dari pengeboran open hole dengan total kedalaman 2.411,05 meter dan pengeboran coring sedalama 1.253,45 meter. Dari kegiatan ini didapatkan sebanyak 65 sampel batubara.
Selanjutnya, PT Indominco Mandiri mengeluarkan biaya pengeboran sebesar Rp1,67 miliar, yang dilakukan di Blok Timur dan Blok Barat, Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Pada Blok Timur, pengeboran pra-produksi dilakukan pada 22 lubang bor, terdiri dari 12 lubang open hole dengan total kedalaman 1.892 meter dan 10 lubang coring sedalam 260 meter di area Pit 19AS.
Adapun pada Blok Barat dilakukan pengeboran piezometer sebanyak tiga lubang bor dengan total kedalaman 247 meter, yang mencakup dua lubang open hole sedalam 231 meter dan satu lubang coring sedalam 16 meter. Dari seluruh aktivitas tersebut, Indominco Mandiri mengumpulkan sebanyak 261 sampel batubara.
PT Tepian Indah Sukses mencatatkan biaya pengeboran senilai Rp911,23 juta. Pada periode Oktober–Desember 2025, perusahaan ini melaksanakan pengeboran pra-produksi sebanyak 16 lubang bor dengan total kedalaman 649,26 meter untuk open hole dan 201,19 meter untuk pengeboran inti. Kegiatan ini menghasilkan 89 sampel batubara yang digunakan untuk analisis kualitas dan karakteristik batubara.
Untuk PT Nusa Persada Resource, perusahaan ini tidak mencatatkan biaya pengeboran pada Kuartal IV-205, karena kegiatan pengeboran eksplorasi belum dilaksanakan. Hal ini dikarenakan area rencana pengeboran masih dalam proses perizinan Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH). Meski demikian, kebutuhan data geologi dan geoteknik untuk mendukung rencana operasi masih dapat dipenuhi dari hasil pengeboran yang dilakukan pada periode sebelumnya. (*)
Penulis: Rahmat A Candra
Editor: Satya Darmawan
