Jakarta Setiabudi (JSPT) Ungkap Proyek Phuket Masih Tahap Pembahasan

jspt
Ilustrasi – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) mengungkapkan, rencana ekspansi di Phuket, Thailand masih berada pada tahap pembahasan dan penyusunan rencana proyek.

Berdasarkan surat JSPT kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 19 Februari 2026, rencana itu sebagai bagian dari pembentukan joint venture company dengan salah satu pengembang di Thailand melalui entitas anak PT Wynncor Bali, melalui skema penyertaan modal sebesar 50 persen yang ditarget terealisasi pada tahun ini.

Dalam surat yang ditandatangani Corporate Secretary JSPT, Asan Effendy tersebut, manajemen perseroan menyatakan bahwa Wynncor Bali akan melakukan investasi di Thailand melalui skema joint venture dengan CG Capital Advisory Limited.

Kerjasama dilakukan melalui dua entitas yang didirikan berdasarkan hukum Thailand, yakni Layan Beachside Resort Limited (LBR) dan Layan Estate Group Limited (LEG). Kedua perusahaan ini bergerak di bidang pengembangan hotel, resort dan kondominium di kawasan Bang Tao, Phuket. Adapun Thai Local Limited (TLL) sebagai pemegang saham utama pada struktur awal kedua perusahaan tersebut.

Dalam skema transaksi, Wynncor Bali akan mengambil 49 persen kepemilikan pada LBR dengan membeli 49.000 saham dari TLL seharga 10 baht per saham atau sebesar 490.000 baht, yang setara Rp253,43 juta menggunakan kurs tengah Bank Indonesia per 30 September 2025 sebesar Rp517,21 per Baht.

Sementara itu, CG melalui entitas anaknya, Layan Group Holding Limited (LGH) akan mengambil alih 50.999 saham LBR dengan sennilai 509.990 baht. Setelah transaksi tersebut, Wynncor Bali dan LGH akan melakukan penyetoran modal secara bertahap untuk mendukung pengembangan proyek hotel dan kondominium.

Untuk LBR, total komitmen penyertaan modal Wynncor Bali sebesar 1 miliar baht atau setara Rp517,23 miliar. Sedangkan pada LEG, Wynncor Bali akan mengakuisisi 49 persen saham dengan senilai 490.000 baht dan total komitmen penyertaan modal sebesar 165.241.437 baht atau setara Rp85,46 miliar.

Dengan kepemilikan 49 persen pada LBR dan LEG, Wynncor Bali tidak menjadi pengendali atas kedua perusahaan tersebut, sehingga laporan keuangan LBR dan LEG tidak akan dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan JSPT dan akan dicatat menggunakan metode ekuitas sesuai standar akuntansi yang berlaku.

Manajemen perusahaan milik pebisnis Suzanna Tonojo ini menyebutkan, berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025, total nilai investasi secara tidak langsung melalui Wynncor Bali pada LBR dan LEG sebesar 1.165.280.051 baht atau setara Rp602,69 miliar, yang merepresentasikan 19,54 persen dari total ekuitas JSPT.

Asan menyampaikan, transaksi tersebut tidak menimbulkan risiko material terhadap arus kas JSPT dalam jangka pendek, karena pendanaan dilakukan melalui kas internal. Kontribusi laba dari proyek akan terealisasi secara bertahap seiring dengan kemajuan pembangunan dan operasional hotel, serta penjualan unit kondominium. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top