
RollingStock.ID – Pengelola kawasan wisata JungleLand, PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) merencanakan sejumlah langkah pengembangan usaha, termasuk meluncurkan proyek cluster Sayana II di Bogor Nirwana Residence dan proyek perumahan baru di Sentul.
Berdasarkan keterangan JGLE yang dikutip Sabtu (7/2), emiten Bakrie Group ini juga berencana mengundang mitra strategis untuk mempercepat pengembangan dan pemasaran produk-produk perusahaan.
Sepanjang 2025, JGLE mencatat pendapatan Rp155,8 miliar atau merosot 5,9 persen dibandingkan Rp165,6 miliar pada 2024. Penurunan juga terjadi pada laba bruto yang tercatat Rp100,8 miliar dari sebelumnya Rp118 miliar, serta EBITDA di 2025 sebesar Rp26,4 miliar dari Rp40,3 miliar pada 2024.
Sementara itu, laba usaha pada FY2025 tercatat Rp7,8 miliar atau anjlok 65,9 persen dibandingkan Rp22,8 miliar pada FY2024. Sepanjang Januari-Desember 2025, rugi bersih tercatat Rp46,4 miliar atau membengkak dibandingkan rugi bersih di 2024 yang sebesar Rp26,7 miliar.
Secara komposisi, pendapatan FY2025 sebesar 95,1 persen berasal dari pendapatan berulang, sedangkan 4,9 persen berasal dari pendapatan non-berulang. Berdasarkan segmen usaha, kontribusi terbesar berasal dari hotel dan kondotel sebesar 53 persen, diikuti taman rekreasi 35,1 persen, real estat 4,9 persen dan segmen lain-lain sebesar 7 persen.
Kinerja aset operasional menunjukkan jumlah pengunjung taman rekreasi mencapai 856 ribu pada 2025, meningkat 7,6 persen dibandingkan 795 ribu pada 2024. Adapun tingkat hunian hotel tercatat 58 persen pada 2025 atau terperosok dari 67,3 persen pada 2024, terutama dipengaruhi kebijakan pemerintah terkait penghematan anggaran.
Pertumbuhan pendapatan per segmen menunjukkan taman rekreasi meningkat 5,1 persen, sedangkan segmen hotel dan kondotel mengalami penurunan sebesar 20,6 persen. Data ini sejalan dengan perubahan kinerja operasional pada masing-masing lini usaha JungleLand.
Pada sisi balance sheet, total aset JGLE per 31 Desember 2025 tercatat Rp1,52 triliun alias sedikit menurun dari Rp1,54 triliun pada 31 Desember 2024. Adapun liabilitas tercatat Rp430 miliar dan ekuitas sebesar Rp1,09 triliun. Rasio keuangan menunjukkan current ratio sebesar 0,9, debt to equity ratio 39,5 persen dan debt to asset ratio sebesar 28,3 persen pada Desember 2025. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
