
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) membukukan laba bersih Rp534,25 miliar atau meningkat tipis 0,79 persen dibandingkan capaian di 2024 senilai Rp530,08 miliar. Kenaikan ini terjadi di tengah penurunan pendapatan, namun ditopang efisiensi beban, dengan net profit margin 9 persen.
Berdasarkan laporan keuangan ISSP untuk periode berakhir 31 Desember 2025 yang dipublikasikan BEI di Jakarta, Rabu (18/2), emiten pemilik merek dagang SPINDO yang berada di bawah kendali PT Cakra Bhakti Para Putra ini mencatatkan penjualan dan pendapatan jasa Rp5,93 triliun atau merosot 3,03 persen dari Rp6,12 triliun pada 2024.
Sejalan dengan penurunan omzet tersebut, beban pokok pendapatan di 2025 juga tercatat menurun menjadi Rp4,8 triliun dari Rp5,01 triliun di 2024, sehingga laba bruto pada tahun lalu menjadi Rp1,13 triliun atau bertumbuh 2,21 persen dibandingkan 2024 yang sebesar Rp1,11 triliun, yang setara gross profit margin 19 persen alias naik dari 18,1 persen pada 2024.
Untuk periode Januari–Desember 2025, ISSP mencatatkan laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp672,49 miliar atau menurun 0,46 persen dibandingkan dengan laba sebelum pajak penghasilan di periode yang sama 2024 sebesar Rp675,59 miliar, dengan pretax margin sebesar 11,3 persen.
Dengan adanya beban pajak (neto) di 2025 sebesar Rp138,27 miliar, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan ISSP menjadi Rp534,22 miliar atau meningkat 0,78 persen (year-on-year). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada tahun lalu Rp534,25 miliar atau naik 0,79 persen dibandingkan dengan laba bersih 2024, menghasilkan return on equity (RoE) sebesar 9,4 persen.
Pada sisi balance sheet, jumlah ekuitas ISSP per 31 Desember 2025 tercatat Rp5,67 triliun atau mengalami kenaikan 12,49 persen (y-o-y). Hingga akhir 2025, total liabilitas Rp3,12 triliun atau bisa ditekan 3,96 persen (y-o-y), sehingga debt to equity ratio (DER) sebesar 0,55 kali, namun masih didominasi kewajiban jangka pendek sebesar Rp1,63 triliun.
Per 31 Desember 2025, aset SPINDO sebesar Rp8,8 triliun atau bertumbuh 6,04 persen (y-o-y), mencerminkan asset to equity ratio sebesar 1,55 kali. Jumlah kas dan setara kas sebesar Rp956,53 miliar atau melonjak 89,9 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 yang senilai Rp503,65 miliar, dengan cash to assets ratio sebesar 10,9 persen. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
