
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT WIR Asia Tbk (WIRG) membukukan laba bersih Rp73,25 miliar atau menurun 1 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 yang sebesar Rp73,92 miliar, lantaran tertekan peningkatan beban.
Berdasarkan laporan keuangan WIRG untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten jasa teknologi informasi ini mencatatkan pendapatan bersih Rp2,68 triliun atau meningkat 2,9 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp2,6 triliun.
Sejalan dengan kenaikan omzet tersebut, beban pokok pendapatan tercatat ikut meningkat 2,5 persen (year-on-year) menjadi Rp2,37 triliun, sehingga laba bruto di sepanjang 2025 menjadi Rp304,27 miliar atau melompat 6,3 persen dibandingkan setahun sebelumnya Rp286,11 miliar.
Pada periode Januari-Desember 2025, emiten anggota Indeks Kompas100 ini membukukan laba usaha Rp163,64 miliar atau melonjak 57,6 persen (y-o-y). Namun demikian, laba sebelum pajak penghasilan hanya Rp99,52 miliar alias menurun 9,7 persen dibandingkan periode Januari-Desember 2024 sebesar Rp110,26 miliar.
Penurunan laba sebelum pajak itu terutama dipengaruhi adanya beban lain-lain (neto) di sepanjang 2025 yang mencapai Rp64,12 miliar atau berbanding terbalik dengan kondisi di 2024 yang bisa meraih penghasilan lain-lain (neto) sebesar Rp6,39 miliar.
Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 2025 sebesar Rp28,33 miliar, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan WIRG menjadi Rp71,19 miliar atau merosot 10,1 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 senilai Rp73,25 miliar.
Dari sisi neraca, jumlah ekuitas WIR tercatat Rp885,59 miliar atau bertumbuh 9,6 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 senilai Rp807,69 miliar. Hingga akhir 2025, total liabilitas sebesar Rp748,89 miliar atau membengkak 18,5 persen (y-o-y) yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp654,25 miliar.
Per 31 Desember 2025, total aset emiten milik investor individu Florensia Kartini Tedja ini mencapai Rp1,63 triliun atau mengalami kenaikan 13,5 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp75,92 miliar alias anjlok 35,9 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 sebesar Rp118,5 miliar. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
