
RollingStock.ID – Kinerja industri manufaktur nasional mampu bertahan di jalur ekspansif hingga pada Desember 2025, meskipun menunjukkan pelemahan dibandingkan bulan sebelumnya. Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Desember 2025 tercatat sebesar 51,90 atau menurun 1,55 poin dari November 2025 yang mencapai 53,45 dan lebih rendah 1,03 poin dibandingkan capaian Desember 2024.
Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif menjelaskan, penurunan tersebut mencerminkan pola musiman yang lazim terjadi menjelang akhir tahun. Secara bulanan, kata dia, IKI memang menurun, namun posisinya masih berada di atas ambang batas ekspansi dan menunjukkan industri manufaktur tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian.
Dari total 23 sub-sektor industri pengolahan, sebanyak 17 sub-sektor masih mencatatkan kinerja ekspansif dan berkontribusi 79,4 persen terhadap produk domestik bruto industri pengolahan non-migas. Sementara itu, enam sub-sektor lainnya memasuki fase kontraksi, yaitu industri kayu, karet dan plastik, logam dasar, barang logam, komputer dan elektronik, serta alat angkutan lainnya.
Pelemahan paling signifikan terjadi pada sub-sektor alat angkutan lain yang terdampak penurunan penjualan sepeda motor, baik di pasar domestik maupun ekspor, pada November 2025. Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah terus memperkuat pengendalian impor dan menjaga kesinambungan ekspansi industri nasional.
Kementerian Perindustrian berkomitmen untuk mempertahankan kinerja industri manufaktur melalui penguatan pasar domestik, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, perlindungan industri dari praktik perdagangan tidak sehat dan memastikan ketersediaan energi maupun bahan baku yang kompetitif.
Pada sisi lain, optimisme pelaku industri terhadap kondisi usaha enam bulan ke depan meningkat menjadi 71,8 persen, sedangkan tingkat pesimisme menurun menjadi 4,7 persen. Peningkatan keyakinan ini mencerminkan pandangan bahwa tekanan pada akhir tahun bersifat sementara dan prospek industri manufaktur diproyeksikan membaik saat memasuki 2026. (Rahmat A Candra)
