Kinerja Persada (PADA) di 2025 Berbalik Untung, Defisit Tersisa Rp15,88 Miliar

pada
PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) – (Foto: RollingStock)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) berhasil membukukan laba bersih Rp2,48 miliar atau berbanding terbalik dengan kinerja area bottom line di Tahun Buku 2024 yang menderita rugi bersih Rp16,55 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan PADA untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten pemilik brand Persada ini mencatatkan pendapatan Rp1,16 triliun atau melonjak 27,8 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp910,54 miliar.

Seiring dengan peningkatan omzet terebut, beban pokok pendapatan turut mengalami kenaikan 27,5 persen (year-on-year) menjadi Rp1,12 triliun. Dengan demikian, laba bruto di sepanjang 2025 menjadi Rp43,07 miliar alias melompat 37,4 persen dibandingkan pada 2024 yang senilai Rp31,34 miliar.

Pada periode Januari-Desember 2025, emiten di bawah kendali PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) ini membukukan laba usaha Rp14,36 miliar atau berbanding terbalik dengan periode Januari-Desember 2024 yang mengalami rugi usaha sebesar Rp5,44 miliar.

Sepanjang 2025, perusahaan yang sahamnya masih dimiliki Koperasi Pegawai PT Indosat Tbk ini mencatatkan laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp3,77 miliar, berbalik dari rugi sebelum pajak penghasilan di sepanjang 2024 yang mencapai Rp16,09 miliar.

Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 2025 sebesar Rp1,29 miliar, maka laba bersih tahun berjalan yang dibukukan PADA menjadi Rp2,48 miliar alias mengalami perbaikan signifikan dibandingkan setahun sebelumnya yang menderita rugi bersih Rp16,55 miliar.

Akibat perolehan laba bersih Rp2,48 miliar, maka per 31 Desember 2025 jumlah defisit saldo laba yang belumn ditentukan penggunaannya menjadi tersisa Rp15,88 miliar atau membaik 12,8 persen dibandingkan defisit per 31 Desember 2024 yang mencapai Rp18,21 miliar.

Dengan demikian, jumlah ekuitas PADA per 31 Desember 2025 tercatat Rp119,84 miliar atau bertumbuh 2 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 senilai Rp117,52 miliar. Hingga akhir 2025, total liabilitas sebesar Rp146,09 miliar alias membengkak 17,2 persen (y-o-y), yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp95,63 miliar.

Per 31 Desember 2025, total aset INET mencapai Rp265,93 miliar atau meningkat 9,8 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp7,36 miliar atau anjlok 59,2 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp18,04 miliar.

Jika mengacu pada cash flow Persada di periode Januari-Desember 2025, penurunan kas tersebut terutama dipicu arus kas bersih dari aktivitas operasi yang masih negatif Rp36,27 miliar dan arus kas investasi juga negatif Rp3,04 miliar. Sementara itu, arus kas bersih dari aktivitas pendanaan positif Rp28,63 miliar, namun belum mampu sepenuhnya menutup tekanan arus kas keluar. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top