
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) membukukan laba bersih Rp2,35 triliun atau bertumbuh double digit 13,1 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 senilai Rp2,07 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan PWON untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten di bawah kendali PT Pakuwon Arthaniaga ini mencatatkan pendapatan Rp7,11 triliun atau meningkat 6,6 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp6,67 triliun.
Seiring dengan kinerja positif di area top line tersebut, beban pokok pendapatan turut mengalami kenaikan 9,1 persen (year-on-year) menjadi Rp3,17 triliun. Dengan demikian, laba bruto emiten properti dan real estate ini di sepanjang 2025 menjadi Rp3,94 triliun atau lebih tinggi 4,6 persen (y-o-y).
Pada periode Januari-Desember 2025, emiten milik keluarga Alexander Tedja ini membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp2,81 triliun atau melompat 14,7 persen dibandingkan dengan laba sebelum pajak di periode Januari-Desember 2024 yang senilai Rp2,45 triliun.
Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 2025 sebesar Rp53,7 miliar, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan PWON menjadi Rp2,76 triliun atau bertumbuh 13,9 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 sebesar Rp2,35 triliun.
Dari sisi neraca, jumlah ekuitas PWON per 31 Desember 2025 tercatat Rp26,62 triliun atau meningkat 7,6 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 senilai Rp24,74 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas sebesar Rp9,84 triliun atau bisa ditekan 7,4 persen dibandingkan akhir 2024 yang sebesar Rp10,63 triliun.
Per 31 Desember 2025, total aset perseroan mencapai Rp36,47 triliun atau mengalami kenaikan 3,1 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp5,19 triliun alias anjlok 43,4 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 yang mencapai Rp9,15 triliun.
Jika mengacu pada cash flow PWON di periode Januari-Desember 2025, penurunan kas tersebut terutama dipicu adanya arus kas keluar untuk aktivitas investasi sebesar Rp4,98 triliun dan arus kas bersih untuk aktivitas pendanaan Rp2,01 triliun. Arus kas keluar itu tidak sepenuhnya tertutupi arus kas bersih yang didapat dari aktivitas operasi senilai Rp3,03 triliun. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
