
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) membukukan laba bersih Rp12,19 miliar atau berbanding terbalik dengan kondisi di sepanjang 2024 yang menderita rugi bersih mencapai Rp133,85 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan TRIN untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten properti milik politikus Rahayu Saraswati Djojohadikusumo ini mencatatkan penjualan dan pendapatan Rp187,99 miliar atau menurun 13,2 persen dibanding periode yang sama di 2024 sebesar Rp216,64 miliar.
Seiring dengan penurunan omzet tersebut, beban pokok penjualan dan beban langsung ikut menurun 11,4 persen (year-onyear) menjadi Rp143,96 miliar, sehingga laba bruto di sepanjang 2025 menjadi Rp44,03 miliar alias merosot 18,7 persen dibandingkan setahun sebelumnya Rp54,15 miliar.
Namun demikian, pada Tahun Buku 2025 perseroan mencatatkan penurunan rugi operasional hingga mencapai 86,8 persen (y-o-y) menjadi Rp21,82 miliar dari Rp164,9 miliar pada 2024. Penurunan ini dipicu efisiensi beban penjualan yang lebih rendah 91,9 persen (y-o-y) menjadi Rp12,07 miliar, serta penurunan beban umum dan administrasi sebesar 23,5 persen (y-o-y) menjadi Rp53,78 miliar.
Pada periode Januari-Desember 2025, emiten pemilik brand TRINLAND ini mampu membukukan laba sebelum pajak penghasilan Rp15,06 miliar alias berbalik dari rugi sebelum pajak Rp195,31 miliar pada 2024. Hal ini terutama dipengaruhi adanya penghasilan lain-lain (neto) mencapai Rp57,53 miliar.
Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 2025 sebesar Rp4,53 miliar, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan TRIN menjadi Rp10,53 miliar atau berbanding terbalik dengan kinerja di sepanjang 2024 yang menderita rugi tahun berjalan sebesar Rp200,62 miliar.
Adapun besaran laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 sebesar Rp12,19 miliar alias berbanding terbalik dengan kinerja di Tahun Buku 2024 yang mengalami rugi bersih mencapai Rp133,85 miliar.
Akibat adanya perolehan laba bersih Rp12,19 miliar tersebut, maka defisit TRIN per 31 Desember 2025 menurun 6,1 persen (y-o-y) menjadi Rp188,32 miliar. Sementara itu, jumlah ekuitas hingga akhir 2025 tercatat Rp495,21 miliar atau bertumbuh 18,3 persen (y-o-y).
Per 31 Desember 2025, total liabilitas perseroan sebesar Rp1,6 triliun atau bisa ditekan sebesar 11,5 persen (y-o-y), namun masih didominasi kewajiban jangka pendek yang mencapai Rp1,24 triliun atau menurun 9,2 persen (y-o-y).
Hingga akhir Desember 2025, total aset emiten di bawah kendali PT Kunci Daud Indonesia ini mencapai Rp2,09 triliun atau lebih rendah 5,9 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp21,67 miliar atau melorot 28,5 persen dibandingkan posisi per akhir Desember 2024 yang sebesar Rp30,32 miliar. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
