Kinerja WMUU di 2025 Lanjut Merugi, Defisit Bengkak Jadi Rp135,43 Miliar

ayam
Ilustrasi – (Foto: RollingStock)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) menderita rugi bersih sebesar Rp83,04 miliar atau menyusut dibandingkan rugi bersih di Tahun Buku 2024 yang mencapai Rp120,53 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan WMUU untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten milik mantan Direktur Utama WIKA dan PTPP, Tumiyana ini berhasil membukukan penjualan bersih Rp740,94 miliar atau melonjak 95,9 persen dibandingkan Tahun Buku 2024 senilai Rp378,13 miliar.

Sejalan dengan lonjakan penjualan tersebut, beban pokok penjualan di 2025 ikut meningkat 74,1 peren (year-on-year) menjadi Rp753,79 miliar, sehingga WMUU masih mencatatkan rugi bruto Rp12,85 miliar atau menyusut 76,6 persen dibandingkan rugi bruto di 2024 yang mencapai Rp54,78 miliar.

Pada periode Januari-Desember 2025, emiten di bawah kendali PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) ini mengalami rugi operasi Rp45 miliar atau lebih rendah 52,6 persen (y-o-y). Sementara itu, rugi sebelum pajak tercatat Rp83,6 miliar atau menurun 45,8 persen (y-o-y).

Dengan adanya manfaat pajak penghasilan di 2025 sebesar Rp298,45 juta, maka rugi tahun berjalan menjadi Rp83,3 miliar alias menurun 31,1 persen (y-o-y). Adapun besaran rugi tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 sebesar Rp83,04 miliar atau menyusut 31,1 persen (y-o-y).

Akibat menderita rugi bersih Rp83,04 miliar tersebut, maka per 31 Desember 2025 total desifit saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya menjadi Rp135,43 miliar atau membengkak 158,5 persen dibandingkan akumulasi kerugian per 31 Desember 2024 yang senilai Rp52,39 miliar.

Per 31 Desember 2025, jumlah ekuitas emiten yang sahamnya dimiliki investor individu Kurniawan Susanto, Yanti dan Afandi Tjandra ini tercatat Rp777,9 miliar atau merosot 9,3 persen (y-o-y). Hingga akhir 2025, total liabilitas mencapai Rp1,56 triliun atau membengkak 1,3 persen dibandingkan akhir 2024 sebesar Rp1,54 triliun.

Pada akhir Desember 2025, total liabilitas perusahaan peternakan ayam yang sahamnya dimiliki PT Pendanaan Efek Indonesia (PEI) ini sebesar Rp2,33 triliun atau menurun 2,5 persen (y-o-y). Seperti diketahui, PEI merupakan perusahaan milik BEI, KPEI, KSEI dan Japan Securities Finance Co Ltd. (*)

Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top