
RollingStock.ID – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) hanya mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih di sepanjang 2025 sebesar 0,9 persen Rp56,3 triliun dari capaian di 2024 yang sebesar Rp55,78 triliun. Kenaikan terbatas ini mencerminkan perlambatan pertumbuhan kinerja keuangan Bank Mandiri.
Pertumbuhan laba yang tipis terjadi meskipun Bank Mandiri mencatatkan ekspansi pada sisi neraca. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian audited per 31 Desember 2025, total aset bertumbuh 16,6 persen secara tahunan menjadi Rp2.829,9 triliun, sejalan dengan penyaluran kredit yang meningkat 13,4 persen (year-on-year menjadi Rp1.895 triliun.
Direktur Utama BMRI, Riduan mengklaim, pertumbuhan tersebut mencerminkan efektivitas strategi penguatan ekosistem pembiayaan yang dijalankan perseroan. “Kami terus mendorong pembiayaan yang selektif dan terukur di seluruh segmen, dengan fokus pada sektor produktif yang mendorong ekonomi kerakyatan dan perluasan lapangan kerja,” ujar Riduan di Jakarta, Kamis (5/2).
Pada sisi pendanaan, kinerja intermediasi Bank Mandiri ditopang pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp2.105,8 triliun atau meningkat 23,9 persen secara tahunan. Dana murah (CASA) juga meningkat 12,6 persen (y-o-y) menjadi Rp1.431,4 triliun, menjaga likuiditas BMRI tetap memadai di tengah pertumbuhan laba yang terbatas.
Kualitas aset Bank Mandiri relatif terjaga di sepanjang 2025, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross sebesar 0,96 persen pada akhir 2025 atau berada di bawah rata-rata industri. Namun, perbaikan kualitas aset tersebut belum sepenuhnya tercermin pada percepatan pertumbuhan laba bersih.
Dari sisi profitabilitas, pendapatan bunga bersih Bank Mandiri tercatat mencapai Rp106 triliun, sementara itu pendapatan non-bunga bertumbuh 14,5 persen secara tahunan menjadi Rp48,5 triliun. Meski demikian, peningkatan pendapatan tersebut hanya menghasilkan pertumbuhan laba yang terbatas dibandingkan tahun sebelumnya. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
