
RollingStock.ID – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) mencatatkan laba bersih Rp3,5 triliun pada Tahun Buku 2025 atau mengalami peningkatan 16,4 persen dibandingkan dengan capaian di sepanjang 2024 yang sebesar Rp3,01 triliun.
Laporan laba bersih tersebut dikutip dari materi Analyst Meeting BTN untuk Tahun Buku 2025 yang diterbitkan di Jakarta, Senin (9/2). Pertumbuhan bottom line BBTN di sepanjang tahun lalu ditopang pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan perbaikan kinerja operasional.
Pada Tahun Buku 2025, pendapatan bunga bersih tercatat sebesar Rp18,43 triliun atau melonjak 57,5% dibandingkan dengan Tahun Buku 2024 yang senilai Rp11,7 triliun. Sementara itu, laba operasional mencapai di 2025 Rp4,5 triliun atau meningkat 16,8 persen (year-on-year).
Adapun pendapatan non-bunga untuk Tahun Buku 2025 sebesar Rp4,17 triliun atau melorot 9,5 persen (y-o-y), sedangkan beban operasional (di luar provisi) meningkat 14,3 persen (y-o-y) menjadi Rp11,93 triliun. Beban provisi pada tahun lalu Rp6,17 triliun atau membengkak 205,1 persen (y-o-y), seiring keputusan BTN untuk memperkuat pencadangan.
Pada sisi balance sheet, total aset BBTN per 31 Desember 2025 tercatat Rp527,79 triliun atau meningkat 12,4% dibandingkan per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp469,62 triliun. Penyaluran kredit dan pembiayaan mencapai Rp400,58 triliun atau bertumbuh 11,9 persen (y-o-y).
Hingga akhir Desember 2025, total dana pihak ketiga (DPK) BBTN tercatat Rp437,4 triliun atau meningkat 14,6 persen (y-o-y), sedangkan komponen dana murah (CASA) mencapai Rp213,13 triliun atau mengalami kenaikan 3,3 persen (y-o-y).
Dari sisi struktur permodalan, total ekuitas BTN per 31 Desember 2025 terpantau meningkat 11,2 persen menjadi Rp36,21 triliun dari Rp32,57 triliun per 31 Desember 2024. Sementara itu, total liabilitas hingga akhir 2025 tercatat Rp491,58 triliun atau mengalami kenaikan 12,5 persen (y-o-y). (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
