
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Indika Energy Tbk (INDY) hanya membukukan laba bersih USD6,03 juta pada atau anjlok 40,2 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 yang sebesar USD10,08 juta.
Berdasarkan laporan keuangan INDY untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten milik pengusaha Agus Lasmono Sudwikatmono ini mencatatkan pendapatan USD2,03 miliar atau merosot 17 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2024 mencapai USD2,45 miliar.
Sejalan dengan kontraksi revenue tersebut, beban pokok kontrak dan penjualan di 2025 ikut menurun 16,7 persen (year-on-year) menjadi USD1,76 miliar, sehingga laba kotor pada tahun lalu menjadi USD270,3 juta alias melorot 18,8 persen dibandingkan 2024 sebesar USD332,69 juta.
Pada periode Januari-Desember 2025, emiten pertambangan batubara ini membukukan laba sebelum pajak senilai USD78,61 juta atau menurun 7,4 persen dibandingkan dengan laba sebelum pajak di periode yang sama 2024 sebesar USD84,89 juta.
Dengan adanya beban pajak di 2025 sebesar USD51,65 juta, maka laba periode berjalan yang dicatatkan INDY menjadi USD26,96 juta atau merosot 15,3 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 hanya senilai USD6,03 juta.
Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas INDY per 31 Desember 2025 tercatat USD1,35 miliar atau lebih rendah 0,7 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar USD1,36 miliar. Hingga akhir 2025, total liabilitas sebesar USD1,59 miliar atau bisa ditekan 1,2 persen (y-o-y).
Per 31 Desember 2025, total aset emiten di bawah kendali PT Indika Inti Investindo ini mencapai USD2,93 miliar atau menurun 1 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar USD488,22 juta atau bertumbuh 7,3 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 yang senilai USD455,01 juta. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
