
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membukukan laba bersih Rp3,66 triliun atau mengalami kenaikan 13,1 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 yang senilai Rp3,24 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan KLBF untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, perusahaan yang terafiliasi dengan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) melalui PT Griyainsani Cakrasadaya ini mencatatkan penjualan Rp35,32 triliun atau bertumbuh 8,3 persen dari Rp32,63 triliun di 2024.
Sejalan dengan pertumbuhan kinerja di area top line tersebut, beban pokok penjualan emiten milik PT Ladang Ira Panen ini tercatat meningkat 8,1 persen (year-on-year) menjadi Rp21,27 triliun. Dengan demikian, laba beruot di 2025 menjadi Rp14,06 triliun atau melompat 8,5 persen dari Rp12,96 triliun pada 2024.
Pada periode Januari-Desember 2025, emiten farmasi yang juga dimiliki pemerintah Norwegia ini membukukan laba sebelum beban pajak penghasilan sebesar Rp4,78 triliun atau mengalami peningkatan 13,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2024 senilai Rp4,22 triliun.
Dengan adanya beban pajak penghasilan di 2025 sebesar Rp1,03 triliun, maka laba tahun berjalan KLBF menjadi Rp3,74 triliun atau melejit 15,3 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 sebesar Rp3,66 triliun.
Dari sisi neraca, jumlah ekuitas KLBF per 31 Desember 2025 tercatat Rp24,73 triliun alias naik tipis 0,6 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 senilai Rp24,59 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas sebesar Rp5,97 triliun atau membengkak 23,4 persen (y-o-y) yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp5,34 triliun.
Per 31 Desember 2025, total aset perusahaan milik PT Gira Sole Prima ini mencapai Rp30,7 triliun atau lebih tinggi 4,3 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp4,33 triliun atau merosot 8,3 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 sebesar Rp4,72 triliun. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
