Laba Bersih Lippo Karawaci (LPKR) di 2025 Ambles 97,5% Jadi Rp469,54 Miliar

lpkr
PT Lippo Karawaci Tbk – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) hanya mampu meraih laba bersih senilai Rp469,54 miliar atau ambles 97,5 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 yang mencapai Rp18,75 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan LPKR untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, induk usaha dari PT Kemuning Satiatama (pengendali LPCK) ini membukukan pendapatan bersih Rp8,84 triliun atau anjlok 22,8 persen dibandingan dengan periode yang sama di 2024 sebesar Rp11,35 triliun pada 2024.

Seiring dengan penurunan omzet tersebut, beban pokok pendapatan tercatat menurun 10,6 persen (year-on-year) menjadi Rp5,86 triliun, sehingga laba bruto LPKR di Tahun Buku 2025 menjadi Rp2,98 triliun atau tersungkur 37,8 persen dibandingkan Tahun Buku 2024 yang mencapai Rp4,79 triliun.

Pada periode Januari-Desember 2025, emiten properti dan real estate milik Lippo Group ini mencatatkan laba usaha Rp655,32 miliar atau terjerembab 96,8 persen (y-o-y). Sementara itu, laba sebelum beban pajak terperosok 96,5 persen menjadi Rp670,25 miliar dari Rp19,09 triliun pada periode Januari-Desember 2024.

Dengan adanya beban pajak penghasilan di 2025 sebesar Rp97,71 miliar, maka laba tahun berjalan LPKR menjadi Rp572,55 miliar atau menukik 96,9 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk di Tahun Buku 2025 senilai Rp469,54 miliar atau ambles 97,5 persen (y-o-y).

Pada sisi balance sheet, jumlah ekuitas Lippo Karawaci per 31 Desember 2025 tercatat Rp31,05 triliun atau meningkat 0,5 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp30,95 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas bisa ditekan 18,9 persen menjadi Rp18,2 triliun dari Rp22,84 triliun per 31 Desember 2024.

Hingga akhir Desember 2024, total aset LPKR tercatat Rp49,25 triliun atau merosot 8,4 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp1,96 triliun alias anjlok 63,3 persen dibandingkan per akhir Desember 2024 yang mencapai Rp5,33 triliun. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top