
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) membukukan laba bersih Rp1,36 triliun atau bertumbuh 19,1 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 yang senilai Rp1,15 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan MIKA untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten di bawah kendali PT Griyainsani Cakrasadaya ini mencatatkan pendapatan bersih Rp5,37 triliun atau meningkat 10,1 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp4,87 triliun.
Di tengah pertumbuhan revenue hingga double digit terebut, MIKA mencatatkan beban pokok pendapatan di 2025 sebesar 7,6 persen (year-on-year) menjadi Rp2,43 triliun. Dengan demikian, laba bruto pada tahun lalu melejit 12,3 persen menjadi Rp2,94 triliun dari Rp2,62 triliun di 2024.
Pada periode Januari-Desember 2025, emiten yang juga milik PT Ladang Ira Panen dan PT Gira Sole Prima ini membukukan laba usaha Rp1,71 triliun atau meningkat 13,2 persen (y-o-y). Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan tercatat Rp1,82 triliun atau melompat 14,5 persen dibandingkan Januari-Desember 2025 senilai Rp1,59 triliun.
Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 2025 sebesar Rp376,8 miliar, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan MIKA menjadi Rp1,44 triliun atau meningkat 17,5 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 sebesar Rp1,36 triliun.
Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas perseroan per 31 Desember 2025 tercatat Rp8,17 triliun atau bertumbuh 11,5 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 senilai Rp7,33 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas sebesar Rp1,09 triliun alias membengkak 19,2 persen (y-o-y) yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp830,8 miliar.
Per 31 Desember 2025, total aset emiten pengelola rumah sakit Mitra Keluarga ini mencapai Rp9,27 triliun atau mengalami kenaikan 12,4 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp2,54 triliun atau melonjak 138 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 senilai Rp1,07 triliun.
Jika mengacu pada cash flow MIKA di periode Januari-Desember 2025, lonjakan kas tersebut terutama dipicu peningkatan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar 11,6 persen (y-o-y) menjadi Rp1,93 triliun. Ditambah lagi dengan adanya arus kas dari aktivitas investasi Rp153,63 miliar, berbanding terbalik dengan periode Januari-Desember 2024 yang mengeluarkan kas bersih untuk aktivitas investasi Rp998,28 miliar. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
