
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Bank Permata Tbk (BNLI) membukukan laba bersih Rp3,59 triliun atau hanya meningkat 0,59 persen dibandingkan Tahun Buku 2024 senilai Rp3,57. Kenaikan laba ini terbilang terbatas seiring peningkatan tekanan biaya dan penurunan sejumlah margin keuangan.
Berdasarkan laporan keuangan BNLI untuk periode berakhir 31 Desember 2025 yang dikutip Minggu (15/2), pendapatan operasional bank di bawah kendali Bangkok Bank Public Co Ltd ini sebesar Rp12,56 triliun atau meningkat 3,91 persen dibandingkan pada 2024 senilai Rp12,08 triliun.
Namun demikian, total beban operasional di sepanjang 2025 mencapai Rp7,93 triliun atau membengkak 6,03 persen (year-on-year). Kerugian penurunan nilai aset mencapai Rp1,77 triliun di 2025 atau mengalami kenaikan 16,27 persen (y-o-y), sehingga mencerminkan adanya tekanan kualitas aset.
Pada sisi margin dan rasio profitabilitas, net profit margin menurun menjadi 28,58 persen pada Tahun Buku 2025 dari 29,52 persen di 2024. Adapun return on assets (RoA) pada 2025 tercatat 1,34 persen atau lebih rendah dari setahun sebelumnya sebesar 1,38 persen, sedangkan return on equity (RoE) menurun menjadi 7,83 persen dari 8,37 persen.
Rasio efisiensi juga menunjukkan pelemahan, dengan rasio biaya terhadap pendapatan (CIR) meningkat menjadi 63,12 persen di 2025 dari sebesar 61,86 persen pada Tahun Buku 2024, menandakan tekanan biaya operasional Permata Bank lebih besar terhadap pendapatan.
Secara intermediasi, penyaluran kredit per 31 Desember 2025 sebesar Rp151,31 triliun atau bertumbuh 5,59 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 senilai Rp143,3 triliun. Adapun dana pihak ketiga (DPK) hingga akhir 2025 tercatat Rp192,78 triliun atau meningkat 3,86 persen (y-o-y).
Rinciannya, DPK dari giro sebesar Rp73,71 triliun, tabungan senilai Rp49,4 triliun dan deposito mencapai Rp69,67 triliun. Dengan realisasi tersebut, maka loan to deposit ratio (LDR) hingga akhir 2025 sebesar 78,5 persen atau meningkat dibandingkan akhir 2024 sebesar 77,2 persen. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
