
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) hanya membukukan laba bersih Rp206,79 miliar atau melorot 23,5 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 yang sebesar Rp270,2 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan PRDA untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten jasa kesehatan di bawah kendali PT Prodia Utama ini mencatatkan pendapatan Rp2,28 triliun atau meningkat terbatas sebesar 1,3 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 senilai Rp2,25 triliun.
Di tengah peningkatan revenue secara terbatas, beban pokok pendapatan PRDA justru mengalami kenaikan 5,4 persen (year-on-year) menjadi Rp948,96 miliar. Dengan demikian, laba bruto di sepanjang 2025 menjadi Rp1,33 triliun alias merosot 1,4 persen (y-o-y).
Pada periode Januari-Desember 2025, laba usaha tercatat Rp225,15 miliar atau tersungkur 25,1 persen (y-o-y). Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan senilai Rp264,34 miliar pada 2025 atau terperosok 22,9 persen dibandingkan periode Januari-Desember 2024 yang mencapai Rp342,99 miliar.
Dengan adanya beban pajak penghasilan di 2025 sebesar Rp57,64 miliar, maka laba tahun berjalan PRDA menjadi Rp206,69 miliar pada 2025 merosot 23,5 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 juga sebesar Rp206,79 miliar alias melorot 23,5 persen.
Dari sisi neraca, jumlah ekuitas Prodia per 31 Desember 2025 tercatat Rp2,39 triliun atau menurun 3,7 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp2,48 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas sebesar Rp302,48 miliar atau bisa ditekan 14,9 persen (y-o-y), namun masih didominasi kewajiban jangka pendek Rp200,9 miliar.
Per 31 Desember 2025, total aset perseroan mencapai Rp2,7 triliun atau merosot 5,1 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas Rp589,08 miliar atau mengalami kenaikan 33,3 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 yang senilai Rp441,8 miliar. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
