
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Samindo Resources Tbk (MYOH) membukukan laba bersih USD14,94 juta atau merosot 6,2 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 yang sebesar USD15,92 juta.
Berdasarkan laporan keuangan MYOH untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten batubara kongsian dua pengusaha Engki Wibowo dan Low Tuck Kwong ini mencatatkan pendapatan USD163,97 juta atau merosot 8,7 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar USD179,56 juta.
Sejalan dengan penurunan revenue tersebut, beban pokok pendapatan tercatat menurun 3,8 persen (year-on-year) menjadi USD138,03 juta, sehingga laba bruto di sepanjang 2025 menjadi USD25,95 juta alias anjlok 28 persen dibandingkan setahun sebelumnya USD36,04 juta.
Pada periode Januari-Desember 2026, emiten di bawah kendali ST International Corporation ini hanya mampu meraih laba sebelum pajak penghasilan sebesar USD18,56 juta atau mengalami penurunan cukup signifikan sebesar 16,9 persen dibandingkan periode Januari-Desember 2024 sebesar USD22,33 juta.
Dengan adanya beban pajak penghasilan di 2025 sebesar USD3,57 juta, maka laba tahun berjalan yang dicatatkan MYOH menjadi USD14,99 juta atau melorot 7,4 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk di 2025 senilai USD14,94 juta atau merosot 6,2 persen (y-o-y).
Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas Samindo Resources per 31 Desember 2025 tercatat USD181,43 juta atau lebh tinggi 3,1 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar USD176 juta. Hingga akhir 2025, total liabilitas sebesar USD44,42 juta atau bisa ditekan 7,7 persen (y-o-y), namun masih didominasi kewajiban jangka pendek USD31,09 juta.
Per 31 Desember 2025, total aset MYOH mencapai USD225,85 juta atau meningkat 0,8 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar USD69,55 juta atau bertumbuh 12,1 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 yang senilai USD62,04 juta. (*)
Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary
