Laba Bersih Tugu Insurance (TUGU) di 2025 Melonjak 77,1% Jadi Rp711,06 Miliar

tugu
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) membukukan laba bersih Rp711,06 miliar atau melonjak 77,1 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 yang senilai Rp401,57 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan TUGU untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, anak usaha PT Pertamina (Persero) ini mencatatkan pendapatan asuransi sebesar Rp9,11 triliun atau bertumbuh 22,1 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp7,46 triliun.

Adapun beban jasa asuransi di 2025 tercatat membengkak 84,2 persen (year-on-year) menjadi Rp8,25 triliun, sedangkan alokasi premi reasuransi meningkat 9,2 persen (y-o-y) menjadi Rp3,7 triliun dan tagihan ke reasuransi atas klaim mengalami kenaikan signifikan 236,6 persen (y-o-y) menjadi Rp3,87 triliun.

Akibat kombinasi komponen tersebut, maka di sepanjang 2025 TUGU menghasilkan peningkatan hasil jasa asuransi sebesar 39,1 persen menjadi Rp1,02 triliun dari Rp735,99 miliar pada 2025.

Pada periode Januari-Desember 2025, Tugu Insurance mengalami kenaikan beban keuangan (neto) sebesar 10,8 persen (y-o-y) menjadi Rp374,54 miliar. Sementara itu, laba sebelum beban pajak penghasilan tercatat Rp864,63 miliar alias melambung 58 persen (y-o-y).

Dengan adanya beban pajak penghasilan di 2025 sebesar Rp102,2 miliar, maka laba tahun berjalan yangb dicatatkan TUGU menjadi Rp762,42 miliar atau melonjak 80,6 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 sebesar Rp711,06 miliar.

Dari sisi posisi keuangan, jumlah ekuitas TUGU per 31 Desember 2025 tercatat Rp10,17 triliun atau bertumbuh 3 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 senilai Rp9,88 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas mencapai Rp17,54 triliun atau melonjak 40,7 persen dibandingkan akhir 2024 sebesar Rp12,46 triliun.

Per 31 Desember 2025, total aset TUGU mencapai Rp27,71 triliun atau mengalami kenaikan 24 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan bank sebesar Rp734,66 miliar alias bertumbuh 105,3 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 senilai Rp357,87 miliar. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top