
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) membukukan laba bersih USD81,01 juta atau mengalami kenaikan 20,1 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 yang senilai USD67,48 juta.
Berdasarkan laporan keuangan BUMI untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten milik Bakrie Group dan Salim Group ini mencatatkan pendapatan USD1,42 miliar atau bertumbuh 4,8 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar USD1,36 miliar.
Di tengah pertumbuhan omzet tersebut, beban pokok pendapatan BUMI justru bisa ditekan 1,2 persen (year-on-year) menjadi USD1,18 miliar. Dengan demikian, laba bruto di sepanjang 2025 menjadi USD249,11 juta alias melompat 47,2 persen dibandingkan sepanjang 2024 yang senilai USD169,29 juta.
Pada perode Januari-Desember 2025, emiten yang juga milik pengusaha Agoes Projosasmito ini membukukan laba usaha USD141,33 juta atau melambung 131,5 persen (y-o-y). Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan tercatat USD181,09 juta atau meningkat 48,6 persen (y-o-y).
Dengan adanya beban pajak penghasilan di 2025 sebesar USD55,56 juta, maka laba tahun berjalan (neto) BUMI menjadi USD122,3 juta alias bertumbuh 35,7 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 senilai USD81,01 juta.
Akibat perolehan laba bersih USD81,01 juta tersebut, maka per 31 Desember 2025 perseroan mulai mencatatkan saldo laba yang juga sebesar USD81,01 juta dari sebelumnya nihil. Saldo laba positif ini tidak terlepas dari aksi kuasi reorganisasi (QR) BUMI yang menghapus defisit sebesar USD2,28 miliar.
Hingga akhir 2025, jumlah ekuitas (neto) emiten yang terafiliasi dengan Cris Developments Ltd ini tercatat USD2,89 miliar atau naik tipis 0,8 persen (y-o-y), sedangkan total liabilitas meningkat 2,4 persen (y-o-y) menjadi USD1,33 miliar dari USD1,3 miliar per akhir 2024.
Per 31 Desember 2025, total aset setelah QR tercatat USD4,22 miliar mengalami kenaikan 1,3 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas melonjak 125,9 persen menjadi USD118,59 juta dari posisi per 31 Desember 2024 senilai USD52,49 juta. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
