Laba Jumbo TPIA di 2025 Ditopang Gain Akuisisi, Kinerja Operasi Tetap Tertekan

tpia
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) membukukan laba bersih USD1,09 miliar atau berbanding terbalik dengan kondisi di Tahun Buku 2024 yang masih menderita rugi bersih sebesar USD68,61 juta.

Berdasarkan laporan keuangan TPIA untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten milik taipan Prajogo Pangestu ini mencatatkan pendapatan USD7,02 miliar atau melambung 293,1 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar USD1,79 miliar.

Pada 2025 perseroan mencatatkan bahan baku yang digunakan maupun beban produksi dan manufaktur mencapai USD7,06 miliar alias membengkak 333,8 persen dari USD1,63 miliar di 20224. Nilai beban yang melampaui pendapatan ini menunjukkan bahwa margin operasional tetap berada dalam tekanan.

Laba jumbo di Tahun Buku 2025 tersebut lebih dipengaruhi keuntungan dari pembelian dengan diskon sebesar USD1,87 miliar, yang berasal dari akuisisi entitas seperti Asahimas Chemical (ACE) dan Asean Petrochemical Singapore (APS). Keuntungan ini merupakan selisih antara nilai wajar aset bersih yang didapat dengan harga perolehan dan sebagai keuntungan non-operasional tidak berulang.

Selain itu, keuntungan lain-lain bersih di 2025 tercatat USD140,31 juta dari USD16,54 juta pada 2024, sementara itu pendapatan keuangan meningkat menjadi USD122,38 juta dari USD94,97 juta. Di sisi lain, beban keuangan juga meningkat menjadi USD259,38 juta dari USD158,48 juta yang mencerminkan kenaikan beban pendanaan.

Secara operasional, ACE sejak tanggal akuisisi berkontribusi pendapatan USD4,7 miliar, namun mencatatkan rugi USD337,22 juta. Adapun APS berkontribusi pendapatan USD104,84 juta dengan rugi USD28,13 juta. Kondisi ini mencerminkan bahwa meskipun memberikan tambahan skala usaha, entitas yang diakuisisi belum memberikan kontribusi laba positif secara langsung.

Pada periode Januari-Desember 2025, emiten di bawah kendali PT Barito Pacific Tbk (BRPT) ini membukukan laba sebelum pajak sebesar USD1,29 miliar atau berbanding terbalik dengan Januari-Desember 2024 yang menderita rugi sebelum pajak sebesar USD90,94 juta.

Dengan adanya manfaat pajak penghasilan di 2025 sebesar USD153,78 juta, maka laba tahun berjalan emiten yang terafiliasi dengan Marigold Resources Pte Ltd ini mencapai USD1,45 miliar atau berbalik dari rugi tahun berjalan di 2024 sebesar USD56,51 juta. Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 senilai USD1,09 miliar.

Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas TPIA per 31 Desember 2025 tercatat USD4,66 miliar alias melonjak 58,5 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 yang sebesar USD2,94 miliar. Hingga akhir 2025, total liabilitas mencapai USD7,67 miliar atau membengkak 181,2 persen dibandingkan akhir 2024 senilai USD2,73 miliar.

Per 31 Desember 2025, total aset emiten yang juga dimiliki Bangkok Bank Public Company Limited ini mencapai USD12,32 miliar atau meningkat 117,6 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar USD2,74 miliar alias melambung 100,4 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 senilai USD1,37 miliar. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top