Laba SGRO di 2025 Ambles 51,9% Jadi Rp359,68 Miliar, Tapi Kas Meroket 245,5%

sgro
Ilustrasi – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO) hanya mampu membukukan laba Rp359,68 miliar pada 2025 alias ambles 51,9 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 sebesar Rp748,56 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan SGRO untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten yang dahulu bernama PT Sampoerna Agro Tbk ini mencatatkan pendapatan Rp6,45 triliun atau bertumbuh 16,4 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 senilai Rp5,54 triliun.

Seiring dengan pertumbuhan kinerja di area top line tersebut, beban pokok penjualan tercatat meningkat 14,4 persen (year-on-year) menjadi Rp4,31 triliun. Dengan demikian, laba bruto di sepanjang 2025 menjadi Rp2,14 triliun alias melompat 20,7 persen dibandingkan 2024 senilai Rp1,77 triliun.

Namun sayangnya, laba usaha SGRO di Tahun Buku 2025 tercatat melorot 33,6 persen (y-o-y) menjadi Rp961,37 miliar. Penurunan ini terutama dipengaruhi pos beban operasi lain di 2025 yang mencapai Rp808,9 miliar atau membengkak 350,7 persen dibandingkan setahun sebelumnya Rp179,49 miliar.

Pada periode Januari-Desember 2025, emiten di bawah kendali Agpa Pte Ltd ini cuma membukukan laba sebelum pajak penghasilan dari operasi yang dilanjutkan senilai Rp894,79 miliar alias mengalami penurunan 30,1 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp1,28 triliun.

Dengan adanya beban pajak penghasilan di 2025 sebesar Rp386,13 miliar, maka laba tahun berjalan SGRO menjadi Rp321,2 miliar atau terperosok 53,9 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 senilai Rp359,68 miliar.

Dari sisi neraca, jumlah ekuitas SGRO per 31 Desember 2025 tercatat Rp5,04 triliun atau melorot 18,8 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp6,21 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas sebesar Rp4,92 triliun alias membengkak 9,5 persen dari Rp4,49 triliun pada akhir 2024.

Per 31 Desember 2025, total aset perusahaan holding ini tercatat Rp9,96 triliun atau merosot 6,9 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas mencapai Rp2,9 triliun atau meroket 245,5 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 yang hanya senilai Rp839,19 miliar.

Jika mengacu pada cash flow SGRO di periode Januari-Desember 2025, lonjakan kas itu terutama dipengaruhi adanya arus kas bersih dari aktivitas operasi yang sebesar Rp1,98 triliun dan ditambah lagi dengan perolehan arus kas bersih dari aktivitas investasi senilai Rp579,89 miliar. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top