
RollingStock.ID – Pemerintah Malaysia menurunkan harga referensi minyak sawit mentah (CPO) untuk Februari 2026. Keputusan ini langsung berdampak pada pemangkasan tarif bea keluar ekspor menjadi 9 persen, seiring pelemahan harga pasar global.
Berdasarkan informasi di situs resmi Lembaga Minyak Sawit Malaysia (MPOB), Kamis (15/1), harga referensi CPO untuk Februari 2025 ditetapkan sebesar 3.846,84 ringgit atau setara USD950 per ton.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan harga referensi Januari 2026 yang mencapai 3.946,17 ringgit per ton, ketika tarif bea keluar ekspor berada di level 9,5 persen. Malaysia diketahui merupakan eksportir minyak sawit terbesar kedua di dunia.
Dalam struktur pajak ekspor Malaysia, bea keluar CPO dikenakan mulai dari 3 persen ketika harga berada pada kisaran 2.250-2.400 ringgit per ton. Tarif maksimum sebesar 10 persen diberlakukan apabila harga CPO melampaui 4.050 ringgit per ton.
Laporan Reuters menyebutkan, penyesuaian harga referensi ini mengikuti dinamika harga minyak sawit di pasar global dan berpotensi mempengaruhi kinerja ekspor CPO Malaysia di pasar internasional. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
