
Oleh: Fredy Sumendap, CFA
Dalam artikel ini, yang kami maksudkan dengan Gen Z adalah mereka yang terlahir antara pertengahan tahun 1990-an hingga pertengahan tahun 2000-an. Dengan lain perkataan, Gen Z yang dimaksud dalam artikel ini adalah mereka yang terlahir antara tahun 1996 sd 2005. Jadi, Gen Z adalah generasi yang saat ini berusia antara 20 sd 30 tahun.
Banyak dari Gen Z saat ini sedang berada di perbatasan antara (a) masih menjadi tanggungan orangtua atau (b) telah siap sepenuhnya lepas dari tanggungan orangtua (secara keuangan). Karena banyak dari antara Gen Z tidak memiliki latar belakang pendidikan ilmu ekonomi, atau memiliki latar belakang ilmu ekonomi tetapi tidak cukup memahami arti literasi keuangan (financial planning), maka kami akan membahas masalah-masalah yang umum dihadapi oleh Gen Z seputar masalah keuangan di sini.
Lima pertanyaan terbesar tentang masalah keuangan dari Gen Z adalah:
1. Mana yang harus di dahulukan: Berinvestasi atau Melunasi Utang?
Gen Z yang baru saja melintasi perbatasan antara (a) tergantung penuh (dependent) secara keuangan kepada orangtuanya, atau (b) terlepas sepenuhnya (independent) dari bantuan keuangan orangtua, sering kali menghadapi pilihan ini.
Jika Anda sebagai Gen Z yang baru mulai mencicil rumah (KPR), masih memiliki utang cicilan mobil (KKB) dan utang Kartu Kredit (KK) atau utang Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang cukup besar, pertanyaan ini akan menjadi makin jelas lagi.
Jika Anda memiliki uang lebih, mungkin dari bonus tahunan atau dari kenaikan gaji karena promosi jabatan karena hasil kerja (kinerja) yang Anda tunjukkan, mana yang harus Anda dahulukan, berinvestasi atau melunasi utang?
Pembayaran atas cicilan utang KPR biasanya sudah ditetapkan besarnya dalam perjanjian di depan Notaris dan tidak dapat dengan mudah diubah-ubah, jadi kita akan kesampingkan utang KPR ini. Demikian juga dengan pembayaran atas utang KKB, walau pun umumnya perjanjian utang-piutang KKB hanya dibuat di atas tangan, tidak dapat dipercepat atau pun diperlambat. Jadi, kita akan kesampingkan utang KKB ini.
Sekarang, tersisa utang Kartu Kredit (KK) dan utang KTA (Kredit Tanpa Agunan). Utang KK tidak mempunyai jadual cicilan, hanya jumlah minimum pembayaran yang diperbolehkan. Utang KK dapat, dan memang sebaiknya, Anda bayar penuh (lunas) setiap kali tagihan datang.
Utang KTA sedikit berbeda. Cicilan atas utang KTA biasanya sudah ditentukan di depan. Bunga ( interest ) utang KTA biasanya sudah tetap (fixed) besarnya pada waktu utang ini diambil. Bunga KTA mungkin sangat tinggi dan Anda mungkin merasa bahwa lebih baik melunasi utang ini setiap kali memiliki kelebihan uang.
Tetapi, melunasi utang KTA, sama juga halnya dengan melunasi utang KKB, yang berarti Anda telah setuju untuk membayar biaya bunga bahkan pada saat kredit itu belum/ tidak Anda nikmati. Jadi, kelebihan uang dapat (dan memang sebaiknya) Anda pergunakan untuk melunasi utang KK, tetapi tidak dapat Anda pergunakan untuk melunasi utang KPR, KKB dan KTA.
Apakah kalau begitu, setelah melunasi utang KK, kita sudah dapat menggunakan kelebihan uang itu untuk berinvestasi?
Tunggu dulu. Perhatikan lebih dahulu jumlah Dana Cadangan (Reserve Fund) atau Dana Darurat (Emergency Fund) yang Anda miliki. Dana Cadangan sebesar 3 bulan biaya rutin tidak cukup, Dana Cadangan sebesar 6 bulan biaya rutin hanyalah jumlah minimal, dan Dana Cadangan yang kami anjurkan adalah sebesar 9 sd 12 bulan biaya rutin. Setelah memenuhi jumlah Dana Cadangan ( Reserve Fund ), Anda baru bebas untuk berinvestasi.
2. Bagaimana bisa memulai berinvestasi jika saya tidak memiliki banyak uang?
Gen Z sering dianjurkan untuk berinvestasi sejak usia muda. Pertanyaan terbesar berikutnya dari Gen Z adalah: bagaimana saya dapat mulai berinvestasi jika saya tidak memiliki banyak uang?
Jika kita tidak memiliki banyak uang, kita dapat mulai berinvestasi pada aset-aset keuangan (financial assets) karena investasi dalam aset keuangan dapat dimula dari jumlah yang sangat kecil. Ambil contoh investasi dalam saham dapat dimulai dengan membeli saham biasa (common stock) sebanyak 1 lot saja (1 lot = 100 lembar).
Tetapi, investasi dalam saham individual tidak kami anjurkan, karena investasi yang baik haruslah terdiversifikasi. Untuk itu, kami menganjurkan Anda untuk membeli minimal 1 lot Unit Penyertaan Reksadana Bursa (ETF).
Reksadana Bursa adalah reksadana yang Unit Penyertaannya diperdagangkan di Bursa. Jika anda adalah pemodal (investor) pemula, kami anjurkan untuk membeli Reksadana Bursa (ETF) yang dikelola secara pasif mengikuti index yang berlaku luas, misalnya ETF R-LQ45 yang merupakan Reksadana Bursa (ETF) pertama yang diperdagangkan di BEI.
Dengan hanya membeli 1 lot Unit Penyertaan ETF R-LQ45X, Anda otomatis telah berinvestasi di dalam 45 saham-saham yang membentuk indeks LQ45 secara proporsional (terdiversifikasi penuh).
3. Berapa banyak gaji saya yang dapat dipakai untuk membiayai Gaya Hidup (Life-Style)?
Pertanyaan terbesar berikutnya dari Gen Z seputar masalah keuangan adalah: berapa persen dari penghasilannya (gaji) yang dapat dipergunakan untuk bersenang-senang (have fun)? Bersenang-senang di sini maksudnya adalah membiayai gaya hidup (life style).
Sebagai perencana keuangan, kami akan memberikan jawaban yang terstruktur supaya Anda memiliki masa depan keuangan yang tertata. Sebelum menjawab pertanyaan tentang berapa persen dari gaji Anda yang dapat dipakai untuk bersenang-senang (have fun) itu, kami ingin Anda memahami lebih dahulu struktur pengeluaran yang Anda lakukan setiap bulan (setiap kali menerima gaji).
Pertama, bagilah pengeluaran Anda atas pengeluaran wajib (non-discretionary) dan pengeluaran tidak wajib (discretionary). Pengeluaran wajib adalah pengeluaran untuk hal-hal yang wajib Anda lakukan (needs), seperti biaya angsuran KPR, biaya cicilan KKB, biaya hidup sehari-hari, biaya utilitas ( PDAM , PLN, biaya internet), biaya kuliah anda (jika Anda melanjutkan kuliah S2 sambil bekerja) dll.
Pengeluaran tidak wajib adalah pengeluaran karena keinginan Anda sendiri (wants), misalnya pengeluaran untuk membeli baju baru, ngopi di kafe favorit, makan di restoran, menonton bioskop, dan pengeluaran lainnya untuk menopang gaya hidup yang Anda inginkan.
Jumlah pengeluaran wajib (non-discretionary expenses) dan pengeluaran tidak wajib (discretionary expenses) tidak boleh lebih besar dari pada penghasilan (gaji) yang Anda terima setiap bulan. Jika gaji Anda sudah lebih besar daripada pengeluaran wajib (needs) ditambah pengeluaran tidak wajib (wants), sisanya masuk ke dalam pos biaya investasi.
Jadi, dari sudut pandang perencana keuangan, tidak ada pos biaya untuk bersenang-senang (have fun). Tetapi pos biaya untuk bersenang-senang dapat dimasukkan dalam pos biaya tidak wajib (discretionary expenses) atau wants .
Intinya, setiap bulan Anda harus menyusun anggaran belanja (budget) yang cermat yang terdiri dari pos biaya wajib (non-discretionary expenses), pos biaya tidak wajib (discretionary expenses), dan pos biaya investasi (investment expenses).
4. Bagaimana saya dapat mempertahankan Anggaran Belanja (Budget) jika penghasilan setiap bulan tidak tetap (berubah)?
Pertanyaan Gen Z terbesar seputar masalah keuangan berikutnya adalah bagaimana caranya mempertahankan anggaran belanja (budget) jika penghasilan setiap bulan tidak tetap?
Penghasilan yang besarnya tidak tetap (berubah-ubah) biasanya datang dari (a) usaha sendiri, atau dari (b) pekerjaan yang pembayarannya bergantung pada kuantitas hasil yang diperoleh, misalnya pekerjaan di bidang penjualan.
Walau pun kita berusaha sendiri sebagai wiraswasta (entrepreneur), kita tetap harus membuat anggaran belanja (budget) supaya pengeluaran kita tetap terkontrol. Pada saat-saat di mana bisnis sedang baik dan kita memperoleh penghasilan lebih besar, kita tidak boleh menganggap bahwa bisnis selamanya akan bagus seperti itu, dan pengeluaran kita tetap terjaga karena kita telah membuat aggaran belanja (budget) terlebih dahulu.
Penghasilan yang lebih pada periode yang baik akan disimpan (dalam Dana Cadangan) untuk menutupi pengeluaran pada masa dimana bisnis sedang kurang bagus.
Demikian pula jika kita bekerja di bagian penjualan dan porsi terbesar dari gaji kita berasal dari komisi penjualan. Ada masa-masa di mana penjualan sedang bagus, dan ada masa-masa di mana penjualan sedang seret.
Buatlah anggaran (budget) berdasarkan penghasilan tahunan, dan bukan penghasilan bulanan, karena penghasilan yang disetahunkan akan mencakup bulan-bulan panen – di mana penghasilan berada di atas rata-rata – dan bulan-bulan paceklik, di mana penghasilan berada di bawah rata-rata.
Pada bulan-bulan bagus di mana penghasilan ada di atas rata-rata, simpanlah kelebihan penghasilan itu di dalam Dana Cadangan (Reserve Fund).
5. Apa yang harus saya lakukan jika investasi di BEI mengalami kerugian?
Terakhir, sehubungan investasi dalam aset keuangan yang sering dianjurkan untuk dilakukan karena dapat dimulai dengan hanya membutuhkan jumlah dana yang kecil saja, pertanyaan Gen Z berikutnya adalah bagaimana jika nilai investasi saya mengalami kerugian (penurunan nilai)?
Perlu diingat, bahwa nilai investasi dalam aset keuangan dapat berubah-ubah setiap saat dalam waktu sekejap. Anda tidak harus khawatir dengan perubahan nilai investasi yang cepat itu.
Nilai investasi dalam aset riil (tangible assets) pun akan berubah-ubah dengan cepat jika valuasi aset riil itu dilakukan setiap saat . Contohnya adalah aset-aset gedung-gedung perkantoran yang semula sangat stabil, akan berfluktuasi dengan cepat setelah aset gedung tersebut dijadikan REIT (Real Estate Investment Trust) atau di Indonesia disebut DIRE (Dana Investasi Real Estat), dan saham-saham REIT (Unit Penyertaan DIRE ) tersebut diperdagangkan di Bursa Efek.
Anda tidak perlu setiap hari memperhatikan naik atau turunnya nilai investasi Anda. Tujuan Anda berinvestasi adalah mendapatkan keuntungan investasi dalam jangka Panjang, dan bukan keuntungan dalam waktu singkat.
Mendapatkan keuntungan dalam jangka pendek bukanlah investasi tetapi spekulasi. Sebagai Gen Z yang baru mulai berinvestasi (dan kemungkinan juga Anda belum memiliki pengalaman investasi yang banyak), kami menganjurkan Anda untuk mulai dalam investasi Reksadana Bursa (ETF) yang pasif misalnya ETF R-LQ45X.
Harga Unit Penyertaan ETF R-LQ45 dapat naik atau turun, tetapi sejauh Anda yakin bahwa angka indeks LQ45, yaitu indeks dari 45 saham-saham paling likuid yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), akan tetap naik dalam jangka waktu yang lama, maka fluktuasi harian atas nilai ETF R-LQ45 tidak akan membuat Anda risau. (*)
