
RollingStock.ID – Memasuki tahun 2026, lanskap pasar modal semakin dinamis, seperti volatilitas global, perubahan kebijakan moneter hingga akselerasi teknologi. Kondisi ini membuat keputusan investasi tidak lagi bisa mengandalkan insting semata. Baik investor pemula maupun berpengalaman dituntut lebih disiplin dan terukur dalam mengelola portofolio.
Di tengah dinamika tersebut, kunci keberhasilan investasi bukan cuma mencari momentum sesaat, melainkan membangun kebiasaan secara konsisten dan berorientasi jangka panjang. Pasar boleh berfluktuasi, tetapi strategi yang disiplin akan membantu investor tetap berada di jalur pertumbuhan.
Menurut Direktur Retail Markets & Technology PT BNI Sekuritas, Teddy Wishadi, ketidakpastian global masih akan menjadi warna utama pasar pada tahun depan, sehingga situasi ini berpotensi mempengaruhi pergerakan Bursa Efek Indonesia (BEI).
“Volatilitas tinggi membuat manajemen risiko dan kedisiplinan menjadi semakin penting. Investor perlu fokus pada strategi jangka panjang, memilih aset sesuai profil risiko, serta menjaga diversifikasi portofolio,” ujar Teddy dalam pernyataannya yang dikutip Senin (29/12).
Untuk menghadapi tantangan sekaligus menangkap peluang di 2026, berikut lima kebiasaan investasi yang patut mulai diterapkan sejak sekarang:
1. Rutin Mengevaluasi dan Menyeimbangkan Portofolio
Pergerakan harga saham dan instrumen keuangan lainnya dapat mengubah komposisi portofolio secara signifikan. Evaluasi minimal satu kali dalam setahun membantu memastikan alokasi aset tetap selaras dengan profil risiko. Realokasi yang tepat mencegah portofolio menjadi terlalu agresif saat pasar menguat atau terlalu defensif saat pasar terkoreksi.
2. Tingkatkan Investasi Secara Bertahap untuk Efek Jangka Panjang
Menambah porsi investasi secara berkala —misalnya 5 persen setiap beberapa bulan— mungkin terasa kecil, tetapi dampaknya signifikan dalam jangka panjang berkat efek compounding. Strategi ini juga membantu investor meningkatkan aset tanpa mengganggu arus kas sehari-hari.
3. Dana Darurat sebagai Penopang Strategi Investasi
Dana darurat sebesar 3-6 bulan pengeluaran rutin adalah fondasi penting sebelum mengejar imbal hasil yang lebih tinggi. Dengan dana darurat yang memadai, investor tidak perlu mencairkan investasi saat pasar sedang bergejolak, sehingga strategi jangka panjang tetap terjaga.
4. Sesuaikan Tujuan Finansial dan Alokasi Aset
Tujuan hidup dan kondisi keuangan akan terus berubah. Maka, investor perlu meninjau ulang target finansial, seperti pembelian rumah, dana Pendidikan atau persiapan pensiun. Saham cocok untuk tujuan jangka panjang, sementara instrumen yang lebih stabil seperti obligasi dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan jangka pendek.
5. Perkuat Literasi dan Analisis Pasar
Di era yang sedang banjir informasi, kemampuan memilah data menjadi keunggulan tersendiri. Memantau laporan ekonomi, membaca riset pasar hingga mengikuti earnings call emiten membantu investor mengambil keputusan berbasis data, bukan sekadar mengikuti tren atau sentimen sesaat.
Teddy menambahkan, tahun 2026 bukan waktunya mengambil langkah ekstrem. “Yang dibutuhkan investor adalah konsistensi dan keputusan yang terukur. Kebiasaan investasi yang baik akan membentuk portofolio yang lebih sehat dan berkelanjutan,” jelasnya.
Dengan disiplin, kebiasaan yang tepat dan dukungan platform yang andal, investor diharapkan mampu menyongsong 2026 dengan lebih siap, serta tetap fokus pada tujuan finansial dan membangun portofolio yang tangguh di tengah pasar yang terus bergerak. (CR: Gavin D Varyn)
