Mau Modali Anak Usaha, INET Berencana Terbitkan Surat Utang Rp1 Triliun

inet
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) – (Foto: Milva Sary/RollingStock)

RollingStock.ID – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) berencana menerbitkan surat utang sebesar Rp1 triliun, yang perolehan dananya akan dipinjamkan kepada anak usahanya, yakni PT Garuda Prima Internetindo (GPI) untuk pembangunan jaringan Fiber to The Home (FTTH) berteknologi WIFI 7 di Kalimantan Barat.

Berdasarkan Prospektus Ringkas INET yang dipublikasikan di Jakarta, Kamis (22/1), perseroan akan menerbitkan obligasi sebesar Rp500 miliar dan sukuk juga sebesar Rp500 miliar. Surat utang ini memiliki peringkat dari PT Kredit Rating Indonesia (KRI) masing-masing di level irA (Single A) dan irA(sy) (Single A Syariah).

Pada rencana penerbitan Obligasi I Tahun 2026 sebesar Rp500 miliar, surat utang ini terbagi menjadi dua seri, yakni Seri A bertenor 370 hari dan Seri B bertenor tiga tahun. Namun nilai emisi maupun tingkat bunga untuk masing-masing seri masih dirahasiakan INET.

Untuk rencana penerbitan Sukuk Ijarah I Tahun 2026 sebesar Rp500 miliar, surat utang syariah ini juga akan terbagi menjadi dua seri, yaitu Seri A bertenor 370 hari dan Seri B bertenor tiga tahun. Nilai emisi maupun tingkat imbal hasil dari masing-masing seri juga masih menjadi rahasia INET dan penjamin pelaksana emisi surat utang, yakni PT KB Valbury Sekuritas dan PT RHB Sekuritas Indonesia.

Patut diketahui, masa penawaran berlangsung pada 22-27 Januari 2026. Perusahaan pemilik brand SiNERGY Networks ini berharap rencana penerbitan surat utang bisa mendapatkan restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 29 Januari 2026.

Sementara itu, masa penawaran akan berlangsung selama kurun 30 Januari-3 Februari 2026, pejatahan pada 4 Februari 2026, pendistribusian surat utang secara elektronik (Tanggal Emisi) 6 Februari 2026 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan bisa terlaksana pada 9 Februari 2026.

Rencananya, seluruh dana hasil penawaran obligasi maupun sukuk —setelah dikurangi biaya-biaya emisi— akan digunakan INET untuk memberikan pinjaman kepada anak usahanya, GPI dan selanjutnyan dimanfaatkan untuk membangun jaringan FTTH berteknologi WIFI 7 di Kalimantan Barat. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top