
RollingStock.ID – PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) membidik pertumbuhan penjualan untuk Tahun Buku 2026 sebesar 14,4 persen menjadi USD160 juta dari realisasi di sepanjang 2025 yang senilai USD139,83 juta. Manajemen optimistis bisa mencapai target tahun ini, meski industri diproyeksikan masih dibayangi impor tin plate dari China dan Korea Selatan.
“Target penjualan kami di tahun 2026 ini secara nilai, lebih kurang USD160 juta. Sementara itu, target laba (bersih) lebih kurang USD3 juta,” kata Direktur Utama NIKL, Jetrinaldi saat pelaksanaan Public Expose usai menggelar RUPS Tahunan Tahun Buku 2025 di Jakarta, Rabu (8/4).
Dia menyampaikan, sepanjang 2025 perseroan mampu mencatatkan laba bersih USD973,39 ribu atau berbanding terbalik dengan setahun sebelumnya yang menderita rugi bersih USD18,85 ribu. Kondisi ini mencerminkan adanya peningkatan kinerja di area bottom line mencapai 5.263,3 persen (year-on-year).
Namun demikian, ungkap Jetrinaldi, nilai penjualan di sepanjang 2025 tercatat mengalami penurunan 10,21 persen (y-o-y) menjadi USD139,83 juta. Dia mengungkapkan, koreksi kinerja di area top line ini tidak terlepas dari tingginya tingkat impor tin plate dari China dan Korea Selatan.
“Tantangan utama kami, impor tin plate yang masuk masih cukup signifikan. Tetapi berdasarkan pengalaman yang kami lewati di tahun lalu, kami mempunyai cara sendiri untuk menyelaraskan penjualan dengan impor yang masuk dari Tiongkok maupun Korea,” paparnya.
Pada tahun ini, jelas Jetrinaldi, emiten yang terafiliasi dengan KRAS melalui kepemilikan saham ini akan kembali menerapkan strategi bisnis seperti praktik di 2025, terutama bersaing dengan produk impor. “Ini kami lakukan mulai dari pengadaan bahan baku dan menjaga biaya usaha maupun menjaga rugi kurs, serta menekan beban bunga,” ucapnya.
Pada Kuartal I-2026, ungkap Jetrinaldi, pencapaian Latinusa jauh lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama di 2025. Sekadar informasi, total penjualan NIKL selama tiga bulan pertama di 2025 tercatat USD34,26 juta, sedangkan rugi bersih tahun berjalan sebesar USD853,73 ribu.
Guna mendukung kinerja di sepanjang 2025, Direktur NIKL, Irvan Muhson Jauhari mengatakan, emiten pemilik brand Latinusa ini menganggarkan belanja modal (capex) sebesar USD2,1 juta. Secara umum, dana capex akan dimanfaatkan untuk menjaga keandalan pabrik dan meningkatkan kualitas spesifikasi produk. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
