Meski NII di 2025 Naik 4,6%, Laba Bersih SMBC (BTPN) Nyungsep 82% Jadi Rp505,56 Miliar

btpn
PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) hanya mampu menbukukan laba bersih Rp505,56 miliar pada 2025 atau nyungsep 82 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 yang sebesar Rp2,81 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan BTPN untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, bank di bawah kendali Sumitomo Mitsui Banking Corporation ini mencatatkan pendapatan bunga Rp19,02 triliun atau meningkat 4,5 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp18,19 triliun.

Sementara itu, pendapatan syariah di 2025 menurun 3,3 persen (year-on-year) menjadi Rp5,22 triliun. Maka, secara keseluruhan total pendapatan bunga dan syariah meningkat 2,7 persen menjadi Rp24,24 triliun dari Rp23,59 triliun pada 2024.

Pada periode Januari_Desember 2025, beban bunga BTPN tercatat Rp7,83 triliun atau menurun tipis 0,5 persen (y-o-y), sedangkan beban syariah juga merosot 3 persen (y-o-y) menjadi Rp488,98 miliar. Dengan demikian, total beban bunga dan syariah mengalami penurunan 0,7 persen (y-o-y) menjadi Rp8,32 triliun.

Sejalan dengan kondisi terebut, pendapatan bunga dan syariah bersih (NII) di sepanjang 2025 menjadi Rp15,91 triliun atau bertumbuh 4,6 persen dibandingkan dengan NII di sepanjang 2024 yang sebesar Rp15,21 triliun.

Pada tahun lalu, pendapatan provisi dan komisi tercatat sebesar Rp2,08 triliun atau meningkat 9,7 persen (y-o-y), sedangkan beban provisi dan komisi melorot 11,8 persen (y-o-y) menjadi Rp589,13 miliar. Sehingga, pendapatan provisi dan komisi (neto) mengalami peningkatan 21,3 persen menjadi Rp1,49 triliun dari Rp1,23 triliun pada 2024.

Pada pos pendapatan operasional lainnya, sepanjang 2025 SMBC membukukan pendapatan operasional lain sebesar Rp596,79 miliar atau meningkat 33 persen (y-o-y), namun keuntungan selisih kurs dan transaksi derivatif bersih melorot 19,2 persen (y-o-y) menjadi Rp438,27 miliar. Secara keseluruhan, pendapatan operasional lainnya di 2025 meningkat 4,4 persen (y-o-y) menjadi Rp1,04 triliun.

Tekanan terbesar di 2025 terlihat pada total beban operasional yang mencapai Rp18,12 triliun atau melonjak 35,9 persen (y-o-y). Lonjakan ini terutama dipicu peningkatan pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) yang mencapai Rp8,05 triliun dari Rp3,9 triliun pada tahun sebelumnya.

Akibat lonjakan beban tersebut, maka pendapatan operasional bersih BTPN di 2025 ambles 92,1 persen (y-oy) menjadi Rp323,92 miliar. Adapun pendapatan non-operasional pada Tahun Buku 2025 terperosok 24,4 persen (y-o-y) menjadi Rp15,5 miliar, sedangkan beban non-operasional membengkak 1.333,4 persen menjadi Rp58,09 miliar dari Rp4,05 miliar pada tahun sebelumnya. Kondisi ini membuat SMBC menderita rugi non-operasional sebesar Rp42,59 miliar, berbalik dari laba Rp16,46 miliar pada 2024.

Pada periode  Januari-Desember 2025, laba sebelum pajak penghasilan yang dicatatkan induk usaha PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) ini tersungkur 93,2 persen menjadi Rp281,33 miliar dibandingkan Rp4,12 triliun pada periode yang sama di 2024. Beban pajak penghasilan di 2025 tercatat Rp383,46 miliar atau lebih rendah 57,6 persen dibandingkan Rp904,23 miliar pada 2024.

Secara konsolidasi, BTPN mengalami rugi bersih tahun berjalan Rp102,13 miliar pada Tahun Buku 2025 atau berbanding terbalik dengan Tahun Buku 2024 yang bisa meraih laba bersih tahun berjalan senilai Rp3,22 triliun. Meski demikian, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk di 2025 tercatat sebesar Rp505,56 miliar, sedangkan kepentingan non-pengendali mencatat rugi Rp607,69 miliar.

Pada sisi neraca, jumlah ekuitas SMBC per 31 Desember 2025 tercatat Rp53,46 triliun atau merosot 2,4 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp54,75 triliun. Hingga akhir 2025, jumlah dana syirkah temporer sebesar Rp9,93 triliun atau meningkat 3,4 persen dibandingkan pada akhir 2024 senilai Rp9,6 triliun.

Sementara itu, total liabilitas di akhir tahun lalu tercatat Rp182,46 triliun atau meningkat 3,2 persen (y-o-y), dengan jumlah simpanan nasabah sebesar Rp121,28 triliun atau bertumbuh 8,3 persen dibandingkan akhir 2024 yang senilai Rp111,99 triliun.

Per 31 Desember 2025, total aset BTPN tercatat Rp245,85 triliun atau mengalami kenaikan 2 persen (y-o-y), dengan jumlah pinjaman yang diberikan setelah (CKPN) tercatat Rp152,31 triliun atau meningkat 3,7 persen (y-o-y), sedangkan piutang pembiayaan bersih senilai Rp26,73 triliun atau merosot 2,6 persen (y-o-y). (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top