
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Bank Mega Tbk (MEGA) membukukan laba bersih Rp3,36 triliun atau bertumbuh 27,76 persen (year-on-year), meskipun pendapatan bunga bersih (NII) tercatat melorot menjadi Rp4,93 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan MEGA untuk periode berakhir 31 Desember 2025 yang dipublikasikan Selasa (10/2), bank di bawah kendali PT Mega Corpora ini mencatatkan NII sebesar 4,93 triliun atau mengalami penurunan 3,33 persen (y-o-y).
Pendapatan operasional lainnya di 2025 tercatat Rp2,79 triliun atau melonjak 54,14 persen (y-o-y). Di tengah lonjakan ini, Bank Mega mampu menjaga beban operasional lainnya di angka Rp3,68 triliun atau setara dengan realisasi di 2024 yang juga Rp3,68 triliun.
Dengan demikian, pendapatan operasional (neto) di sepanjang 2025 menjadi Rp4,04 triliun atau melompat 25,08 persen (y-o-y). Sementara itu, laba sebelum pajak yang dicatatkan Bank Mega pada tahun lalu Rp4,16 triliun atau meningkat 27,61 persen (y-o-y).
Akibat adanya beban pajak (neto) di Tahun Buku 2025 yang sebesar Rp796,11 miliar, maka laba bersih MEGA di periode Januari-Desember 2025 menjadi Rp3,36 triliun atau bertumbuh 27,76 persen dibandingkan laba bersih di periode yang sama 2024 senilai Rp2,63 triliun.
Per 31 Desember 2025, jumlah ekuitas MEGA tercatat Rp25,08 triliun atau mengalami kenaikan 18,41 persen (y-o-y), dengan jumlah saldo laba Rp9,26 triliun atau melambung 38,83 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 yang senilai Rp6,67 triliun.
Hingga akhir Desember 2025, total liabilitas Bank Mega sebesar Rp115,75 triliun atau meningkat 1,78 persen (y-o-y), dengan jumlah simpanan nasabah tercatat Rp75,99 triliun atau melonjak 18,6 persen dibandingkan akhir Desember 2024 yang senilai Rp64,1 triliun.
Pada 31 Desember 2025, total aset MEGA tercatat Rp140,83 persen atau mengalami peningkatan 4,39 persen (y-o-y), dengan jumlah penyaluran kredit sebesar Rp67,24 triliun atau bertumbuh 4,01 persen dibandingkan per 31 Deember 2024 yang sebesar Rp64,65 triliun. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
