Meski Omzet Bagi Hasil di 2025 Turun, Laba BTPN Syariah (BTPS) Tumbuh 13,15%

btps2
Ilustrasi – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) membukukan laba bersih Rp1,2 triliun atau bertumbuh 13,15 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 senilai Rp1,06 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan BTPS untuk periode berakhir 31 Desember 2025 yang dikutip Minggu (15/2), bank syariah di bawah kendali PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) hanya mencatatkan pendapatan bagi hasil Rp4,73 triliun atau merosot 3,35 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp4,89 triliun.

Pada periode Januari-Desember 2025, pendapatan usaha utama yang diraih BTPS sebesar Rp5,22 triliun atau menurun 3,32 persen (year-on-year). Penurunan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan laba tidak ditopang ekspansi pendapatan, melainkan dari faktor efisiensi dan penurunan beban.

Sepanjang 2025, beban operasional lainnya tercatat 12,03 persen menjadi Rp3,16 triliun dari Rp3,59 triliun pada 2024, sehingga pendapatan operasional bersih meningkat melonjak 17,01 persen (y-o-y) menjadi Rp1,62 triliun. Laba sebelum pajak di 2025 sebesar Rp1,57 triliun, naik 15,75 persen (y-o-y).

Secara intermediasi, piutang murabahah bersih hingga akhir 2025 menurun 4,87 persen (y-o-y) menjadi Rp8,39 triliun, pembiayaan musyarakah meningkat 81,53 persen (y-o-y) menjadi Rp963,05 miliar dan pembiayaan mudharabah tercatat Rp199,99 miliar. Pergeseran komposisi pembiayaan ini menunjukkan upaya diversifikasi, namun belum sepenuhnya mengompensasi penurunan pada portofolio utama.

Adapun simpanan wadiah per 31 Desember 2025 tercatat meningkat 7,27 persen menjadi Rp2,28 triliun dari Rp2,13 triliun per 31 Desember 2024. Deposito mudharabah pihak ketiga di akhir 2025 bertumbuh 4,9 persen (y-o-y) menjadi Rp9,02 triliun, sedangkan tabungan mudharabah pihak ketiga menurun 9,32 persen (y-o-y) menjadi Rp881,72 miliar. Secara keseluruhan, dana syirkah temporer meningkat 3,44 persen (y-o-y) menjadi Rp9,93 triliun.

Pada sisi balance sheet, total aset BTPS per 31 Desember 2025 tercatat meningkat 4,61 persen (y-o-y) menjadi Rp22,75 triliun. Liabilitas hingga akhir 2025 sebesar Rp2,86 triliun atau meningkat tipis 0,99 persen (y-o-y), sedangkan ekuitas bertumbuh 6,92 persen (y-o-y) menjadi Rp9,96 triliun dari Rp9,32 triliun.

Jika mengacu pada laba bersih Rp1,2 triliun dan rata-rata aset, maka return on assets (RoA) BTPS per 31 Desember 2025 sebesar 5,4 persen, sedangkan return on equity (RoE) sebesar 12,46 persen. Margin laba bersih terhadap pendapatan usaha utama meningkat menjadi 23,01 persen dari 19,66 persen pada tahun sebelumnya. Rasio beban operasional terhadap pendapatan (CIR) di 2025 membaik menjadi 60,45 persen dari 66,45 persen pada 2024, sejalan dengan penurunan beban secara signifikan. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top