
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) membukukan laba bersih Rp2,25 triliun pada 2025 atau mengalami kenaikan 12 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 yang senilai Rp2,01 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan INTP untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten semen di bawah kendali Heidelberg Materials AG ini mencatatkan pendapatan bersih Rp17,73 triliun atau merosot 4,4 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp18,55 triliun.
Sejalan dengan koreksi revenue tersebut, beban pokok pendapatan Indocement tercatat menurun 4,2 persen (year-on-year) menjadi Rp11,96 triliun, sehingga laba bruto di sepanjang 2025 menjadi Rp5,77 triliun alias terperosok 4,8 persen dibandingkan setahun sebelumnya Rp6,06 triliun.
Pada periode Januari-Desember 2025, INTP membukukan laba sebelum beban pajak penghasilan sebesar Rp2,74 triliun atau bertumbuh 11,1 persen (y-o-y), terutama dipengaruhi keuntungan atas divestasi dan pengukuran kembali investasi pada entitas asosiasi yang mencapai Rp669,98 miliar.
Dengan adanya beban pajak penghasilan (neto) di 2025 sebesar Rp487,55 miliar, maka laba tahun berjalan INTP menjadi Rp2,25 triliun atau meningkat 12 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 juga sebesar Rp2,25 triliun atau naik 12 persen (y-o-y).
Dari sisi neraca, jumlah ekuitas Indocement per 3 Desember 2025 tercatat Rp23,2 triliun atau bertumbuh 4,9 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp22,11 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas senilai Rp8,52 triliun atau membengkak 2,6 persen (y-o-y), yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp6,1 triliun.
Per 31 Desember 2025, total aset perseroan mencapai Rp31,73 triliun atau mengalami kenaikan 4,3 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas sebesar Rp5,87 triliun alias melonjak 30,6 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 yang senilai Rp4,5 triliun. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
