Meski Pendapatan Turun Jadi Rp1,91 Triliun, Laba Bersih TCPI di 2025 Naik 37,1%

tcpi
PT Transcoal Pacific Tbk – (Foto: Dokumentasi TCPI)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) membukukan laba bersih Rp117,04 miliar atau mengalami kenaikan 37,1 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2025 yang senilai Rp85,38 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan TCPI untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten di bawah kendali PT Sari Nusantara Gemilang ini mencatatkan pendapatan Rp1,91 triliun atau menurun tipis 0,6 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 mencapai Rp1,93 triliun.

Di tengah penurunan omzet tersebut, beban pokok pendapatan justru membengkak 4,3 persen (year-on-year) menjadi Rp1,45 triliun, sehingga di sepanjang 2025 jumlah laba bruto emiten anggota Indeks Kompas100 ini merosot 13,5 persen menjadi Rp459,81 miliar dari Rp531,41 miliar pada 2024.

Namun pada Tahun Buku 2025, TCPI bisa membukukan laba sebelum pajak Rp128,59 miliar alias melonjak 38,1 persen (y-o-y) menjadi Rp128,59 miliar. Lonjakan ini terutama dipicu penurunan beban bunga sebesar 9,7 persen (y-o-y) menjadi Rp97,68 miliar dan denda pajak tercatat menurun signifikan 60,6 persen (y-o-y) menjadi Rp5,23 miliar.

Selain itu, kenaikan laba sebelum pajak juga dipengaruhi pos rugi selisih kurs (neto) yang tercatat 54,5 persen menjadi Rp4,33 miliar dari Rp9,53 miliar. Ditambah lagi, TCPI bisa meraih laba penjualan aset tetap senilai Rp154 juta atau berbanding terbalik dengan kondisi di 2024 yang pada pos ini menderita rugi Rp111,6 miliar.

Dengan adanya beban pajak di 2025 sebesar Rp3,1 miliar, maka emiten batubara ini mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp125,49 miliar atau melambung 40,7 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 sebesar Rp117,04 miliar.

Pada posisi keuangan, jumlah ekuitas TCPI per 31 Desember 2025 tercatat Rp2,21 triliun atau bertumbuh 3,5 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 senilai Rp2,14 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas sebesar Rp1,66 triliun alias membengkak 7,3 persen dari Rp1,54 triliun per akhir 2024.

Per 31 Desember 2025, total aset emiten milik investor individu Susanti dan Adi Putro ini mencapai Rp3,87 triliun atau meningkat 5,1 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp66,57 miliar alias merosot 12,3 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp75,92 miliar. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top