
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) membukukan laba bersih USD29,56 juta atau mengalami kenaikan 29,8 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 senilai USD22,78 juta.
Berdasarkan laporan keuangan MBMA untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten di bawah kendali PT Merdeka Energi Nusantara ini mencatatkan pendapatan usaha sebesar USD1,43 miliar atau melorot 22,2 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 mencapai USD1,84 miliar.
Penurunan kinerja di area top line untuk Tahun Buku 2025 tersebut terutama disebabkan anjloknya pendapatan dari segmen nikel matte hingga sebesar 62,8 persen menjadi USD268,14 juta dari sebesar USD721,63 juta pada Tahun Buku 2024.
Sejalan dengan penurunan revenue, beban pokok pendapatan MBMA di 2025 tercatat menurun 26,7 persen (year-on-year) menjadi USD1,27 miliar, sehingga laba bruto di sepanjang tahun lalu menjadi USD166,48 juta atau melejit 45,9 persen dibandingkan sepanjang 2024 yang senilai USD114,11 juta.
Pada periode Januari-Desember 2025, emiten kongsian pengusaha Garibaldi Thohir (Boy Thohir) dan Edwin Soeryadjaya ini membukukan laba usaha USD131,25 juta atau melonjak 64,4 persen (y-o-y). Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan tercatat USD112,56 juta atau melompat 24,9 persen dibandingkan periode Januari-Desember 2024 senilai USD90,11 juta.
Dengan adanya beban pajak penghasilan di 2025 sebesar USD12,04 juta, maka laba tahun berjalan emiten yang juga dimiliki investor individu Philip Suwardi Purnama ini mencapai USD100,51 juta atau bertumbuh 26,4 persen (y-o-y). Adapun besaran laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 sebesar USD29,56 juta.
Per 31 Desember 2025, emiten milik PT Prima Langit Nusantara ini mencatatkan ekuitas sebesar USD2,35 miliar (USD2,348 miliar) atau menurun tipis 0,1 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 senilai USD2,349 miliar). Hingga akhir 2025, total liabilitas sebesar USD1,39 miliar atau membengkak 27,7 persen (y-o-y) yang didominasi kewajiban jangka pendek USD559,39 juta.
Pada 31 Desember 2025, total aset emiten milik investor individu Hardi Wijaya Liong ini mencapai USD3,74 miliar atau meningkat 8,7 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan bank tersisa USD192,64 juta atau anjlok 21,1 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 sebesar USD244,03 juta.
Apabila mengacu pada cash flow MBMA di periode Januari-Desember 2025, penurunan kas tersebut terutama disebabkan penurunan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar 52,6 persen (y-o-y) USD37,19 juta. Ditambah lagi dengan adanya arus kas bersih untuk aktivitas investasi sebesar USD241,93 juta. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
