
RollingStock.ID – Amerika Serikat melancarkan serangan militer besar-besaran ke Venezuela pada Sabtu dini hari waktu setempat. Presiden AS, Donald Trump menegaskan bahwa Presiden Venezuela, Nicolas Maduro dan istrinya sudah ditengkap adan dan diasingkan ke luar negeri.
Berdasarkan laporan CBS News, Sabtu (3/2), operasi itu dilakukan oleh Delta Force yang merupakan pasukan khusus elit Angkatan Darat AS. Operasi ini bertujuan menangkap Maduro, yang bertahun-tahun dituduh oleh Washington terlibat dalam perdagangan narkotika dan bekerja sama dengan kelompok kriminal yang diklasifikasikan AS sebagai organisasi teroris.
Seorang senator dari Partai Republik mengatakan, Menteri Luar Negeri, Marco Rubio mengindikasikan Maduro akan menghadapi tuntutan pidana di AS, tempat dia telah didakwa sejak beberapa tahun lalu. Senator ini juga menyebut bahwa Rubio memperkirakan tidak akan ada tindakan lanjutan di wilayah Venezuela setelah operasi ini.
Serangan ini terjadi setelah berbulan-bulan peningkatan kehadiran militer AS di kawasan Karibia. Kapal induk USS Gerald R Ford beserta sejumlah kapal perang lainnya juga telah ditempatkan di wilayah tersebut sebagai bagian dari strategi tekanan terhadap pemerintah Venezuela.
Beberapa pekan terakhir, AS juga sudah menyita dua kapal tanker minyak yang beroperasi di dekat Venezuela, melancarkan serangan mematikan terhadap lebih dari 30 kapal yang diklaim membawa narkotika, serta menyerang area dermaga yang menurut Trump digunakan untuk memuat sejumlah kapal penyelundup narkotika.
Hingga berita ini dipublikasikan, pemerintah Venezuela belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim penangkapan Presiden Maduro beserta istrinya tersebut. (Satya Darmawan)
