Minyak Tembus USD105 per Barel, Konflik Timur Tengah Ganggu Pasokan Global

minyak
Ilustrasi – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Harga minyak dunia kembali melonjak di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global, seiring berlanjutnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang sudah memasuki pekan ketiga.

Ketegangan telah menimbulkan risiko terhadap infrastruktur minyak di kawasan Timur Tengah dan menjaga Selat Hormuz tetap tertutup. Jalur pelayaran tersebut merupakan salah satu rute utama perdagangan minyak dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab.

Berdasarkan laporan Reuters dari Singapura, Seni (16/3), minyak mentah berjangka Brent sebagai patokan internasional meningkat USD2,76 atau 2,68 persen menjadi USD105,9 per barel pada pukul 22.04 GMT. Pada perdagangan Jumat pekan lalu, harga Brent ditutup menguat senilai USD2,68 per barel.

Sementara itu, pada hari ini minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) yang menjadi patokan AS tercatat menguat 2,32 persen atau USD2,29 menjadi USD101 per barel. Pada sesi sebelumnya kontrak WTI juga mengalami lonjakan hampir USD3 per barel.

Kenaikan harga minyak terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pada pasokan energi global, apabila konflik di kawasan tersebut terus berlanjut. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia, sehingga penutupannya berpotensi mempengaruhi arus pengiriman minyak dari negara-negara produsen utama di Timur Tengah.

Perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut terus dipantau pelaku pasar energi global, karena risiko terhadap fasilitas produksi, penyimpanan dan jalur distribusi minyak bisa mempengaruhi stabilitas pasokan dan pergerakan harga di pasar energi. (*)

Penulis: Gavin D Varyn
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top