
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) menderita rugi bersih mencapai Rp369,02 miliar atau berbanding terbalik dengan kinerja di Tahun Buku 2024 yang masih bisa membukukan laba bersih Rp81,85 miliar.
Berdasarakan laporan keuangan BINA untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, bank milik Salim Group ini mencatatkan pendapatan bunga senilai Rp1,82 triliun atau menurun 3,9 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 sebesar Rp1,89 triliun.
Sementara itu, beban bunga di 2025 tercatat membengkak 6,8 persen (year-on-year) menjadi Rp1,26 triliun, sehingga pendapatan bunga bersih (NII) BINA menjadi Rp560,27 miliar alias melorot 21,4 persen dibandingkan dengan NII di sepanjang 2024 sebesar Rp713,06 miliar.
Pada periode Januari-Desember 2025, total pendapatan operasional lainnya tercatat Rp170,12 miliar atau melambung 253,7 persen (y-o-y). Namun demikian, total beban operasional lainnya pada tahun lalu melonjak 82,9 persen menjadi Rp1,2 triliun dari Rp653,68 miliar pada 2024.
Akibatnya di Tahun Buku 2025 Bank INA mencatatkan rugi sebelum beban pajak sebesar Rp464,88 miliar atau berbanding terbalik dengan kondisi di Tahun Buku 2024 yang mampu mencetak laba sebelum beban pajak senilai Rp107,46 miliar.
Dengan adanya manfaat pajak (neto) di 2025 sebesar Rp95,86 miliar, rugi bersih tahun berjalan yang dicatatkan BINA menjadi Rp369,02 miliar atau berbanding terbalik dengan setahun sebelumnya yang bisa meraup laba bersih Rp81,85 miliar.
Per 31 Desember 2025, total aset perseroan mencapai Rp31,3 triliun atau meningkat 28,1 persen (y-o-y), dengan jumlah kredit yang disalurkan (bruto) sebesar Rp15,26 triliun atau bertumbuh 16,1 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 senilai Rp13,15 triliun.
Namun setelah memperhitungkan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) sebesar Rp405,37 miliar atau lebih tinggi 30,1 persen, maka nilai penyaluran kredit (neto) hingga akhir 2025 sebesar Rp14,86 triliun atau meningkat 15,7 persen dibandingkan akhir 2024 yang senilai Rp12,84 triliun.
Hingga akhir Desember 2025, total liabilitas BINA sebesar Rp27,99 triliun atau melonjak 34,4 persen (y-o-y), lantaran didorong nilai simpanan nasabah yang mencapai Rp27,26 triliun atau bertumbuh signifikan 35,4 persen dari Rp20,13 triliun pada akhir Desember 2024.
Per 31 Desember 2025, total ekuitas bank di bawah kendali PT Indolife Pensiontama ini tercatat Rp3,31 triliun atau menurun 8,4 persen (y-o-y), dengan jumlah saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya senilai Rp48,92 miliar alias melorot 88,7 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 yang mencapai Rp433,65 miliar. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
