NII di 2025 Melorot Jadi Rp40,33 Triliun, Laba Bersih BBNI Merosot 6,62%

bbni
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Pada Tahun Buku 2025, laba bersih PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) merosot 6,62 persen (year-on-year) menjadi Rp20,04 triliun, lantaran tertekan lonjakan beban bunga yang memicu penurunan pendapatan bunga bersih (NII).

Berdasarkan laporan keuangan BNI untuk periode berakhir 31 Desember 2025 yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (3/2) malam, bank BUMN ini mencatatkan pendapatan bunga sebesar Rp69,39 triliun atau meningkat 4,22 persen dibandingkan setahun sebelumnya yang senilai Rp66,58 triliun.

Sayangnya di tengah pertumbuhan pendapatan yang terbatas tersebut, beban bunga BBNI di sepanjang 2025 justru membengkak 11,34 persen (y-o-y). Dengan demikian, bank Himbara yang dipimpin Direktur Utama, Putrama Wahju Setyawan ini mengalami penurunan NII sebesar 0,37 persen (y-o-y) menjadi Rp40,33 triliun.

Sepanjang 2025, BBNI membukukan laba operasional senilai Rp24,4 triliun atau terperosok 8,17 persen (y-o-y). Pada Tahun Buku 2025, perseroan juga mencatatkan laba sebelum pajak senilai Rp24,4 triliun atau tersungkur 8,17 persen dibandingkan Tahun Buku 2024 yang sebesar Rp26,57 triliun.

Akibat adanya beban pajak (neto) di 2025 yang sebesar Rp4,29 triliun, maka laba tahun berjalan yang dibukukan BBNI menjadi Rp20,11 triliun atau melorot 7,2 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk di 2025 senilai Rp20,04 triliun atau merosot 6,62 persen (y-o-y).

Dengan demikian, laba per saham dasar/dilusian diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang dicatatkan BBNI untuk Tahun Buku 2025 menjadi Rp537 per lembar atau melorot 6,77 persen dibandingkan Tahun buku 2024 yang sebesar Rp576 per saham.

Per 31 Desember 2024, jumlah ekuitas BBNI hanya senilai Rp176,35 triliun atau meningkat 5,88 persen (y-o-y). Sementara itu, total liabilitas hingga akhir 2025 mencapai Rp1.185,71 triliun atau melonjak 23,05 persen, dengan total simpanan nasabah sebesar 1.040,83 triliun.

Pada akhir Desember 2025, total aset BBNI sebesar Rp1.362,05 triliun atau meningkat 20,52 persen (y-o-y), dengan jumlah kas tersisa Rp13,35 triliun atau melorot 2,62 persen dibandingkan per akhir Desember 2024 yang sebesar Rp13,71 triliun. (*)

Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top