OJK Pastikan Ketentuan Free Float Minimal 10% Berlaku Tahun Ini

inarno

RollingStock.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan bahwa aturan mengenai batas minimal jumlah saham beredar di publik (free float) minimal 10 persen akan diberlakukan pada tahun ini, bahkan saat ini pelaksanaan IPO sudah harus dimulai dengan batas minimal free float sebesar 10 persen.

Pernyataan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi tersebut sebagai tindak lanjut dari harapan OJK agar penerapan free float minimal 10 persen bisa terealisasi di 2026.

“(Penerapan free float) secepatnya. Di tahun ini harus, tetapi tentunya free float ini harus ada persiapan yang matang dan harus berjenjang,” kata Inarno di Jakarta, Jumat (2/1) ketika ditanya mengenai waktu yang tepat untuk penerapan free float minimal 10 persen dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh emiten.

Namun demikian, ujar Inarno, pemberlakuan free loat tersebut akan dilakukan secara bertahap, dari saat ini minimal 7,5 persen menjadi 10 persen. “Tidak bisa langsung tinggi begitu (pemberlakuan free float), langsung 30 persen begitu tidak bisa,” tegasnya.

Dia menjelaskan, keinginan OJK agar Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan free float secara bertahap, dikarenakan praktik penerapan free float membutuhkan pendanaan yang besar. “Free float itu butuh pendanaan. Semakin tinggi free float-nya, semakin tinggi pendanaan yang harus disiapkan,” ucap Inarno.

Dengan demikian, lanjut Inarno, OJK dan BEI akan berupaya secara optimal untuk melakukan pendalaman pasar. “Demand-nya itu harus diperkuat. Investor ritel kita sudah mencapai 20 juta SID lebih. Peran serta dari investor institusi domestik juga sangat penting, sehingga perlu balance antara ritel dan investor institusi domestik,” katanya.

Sebelumnya, Inarno sempat mengatakan bahwa BEI harus segera menerbitkan ketentuan mengenai free float bertahap di tahun ini minimal 10% dan pelaksanaan IPO pun harus sudah dimulai terlebih dahulu dengan free float dengan batas minimum10%.

“Sekarang free float kita masih 7,5 persen, memang target kami 25 persen. Tetapi harus bertahap 10 persen dahulu, setelah tercapai maka tahap berikutnya 15 persen dan berlanjut hingga 25 persen,” ujar Inarno saat ditemui di Ubud, Bali beberapa waktu lalu di 2025. (Satya Darmawan)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top