
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) menderita rugi bersih mencapai USD36,84 juta atau berbanding terbalik dengan kondisi di Tahun Buku 2024 yang mampu membukukan laba bersih USD122,28 juta. Secara tahunan, kinerja ini terjerembab 130,2 persen atau mencerminkan pembalikan signifikan pada income statement.
Berdasarkan laporan keuangan GGRP untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten besi dan baja ini hanya mencatatkan penjualan bersih USD187,35 juta atau anjlok 46,8 persen dibandingkan dengan capaian di periode yang 2024 sebesar USD351,80 juta.
Sejalan dengan penurunan omzet tersebut, beban pokok penjualan GGRP tercatat menurun 38,6 persen (year-on-year) menjadi USD210,81 juta. Namun penurunan beban ini tidak mampu mengimbangi pelemahan penjualan, sehingga perseroan membukukan rugi bruto di 2025 sebesar USD23,45 juta atau berbalik dari laba bruto USD8,78 juta pada 2024.
Pada sisi profitabilitas operasional di periode Januari-Desember 2025, rugi sebelum pajak penghasilan tercatat USD47,95 juta atau berbanding terbalik dengan periode setahun sebelumnya yang mencatatkan laba sebelum pajak USD18 juta pada 2024.
Dengan adanya manfaat pajak penghasilan di 2025 sebesar USD11,11 juta, maka rugi bersih tahun berjalan menjadi USD36,84 juta atau ambles 129,7 persen dibandingkan laba bersih USD124,07 juta pada 2024. Adapun besaran rugi neto yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk di 2025 sebesar USD36,84 juta atau berbanding terbalik dengan Tahun Buku 2024 yang meraup laba bersih USD122,28 juta.
Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas GGRP per 31 Desember 2025 tercatat USD653,5 juta atau merosot 5,4 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar USD690,52 juta. Hingga akhir 2025, total liabilitas bisa ditekan hingga 30,4 persen (y-o-y) menjadi USD71,13 juta, namun masih didominasi kewajiban jangka pendek USD38,28 juta.
Per 31 Desember 2025, total aset Gunung Raja Paksi tercatat USD724,63 juta atau menurun 8,6 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa USD70,75 juta atau melorot 17,2 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2024 yang sebesar USD85,42 juta. (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
