
RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) hanya mampu membukukan laba bersih Rp3,66 triliun atau anjlok 19,3 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 yang sebesar Rp4,53 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan JSMR untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten pengusahaan jasa jalan tol ini mencatatkan total pendapatan Rp29,89 triliun atau merosot 5,9 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 mencapai Rp31,76 triliun.
Beruntungnya, pada periode Januari-Desember 2025 perseroan bisa menekan total beban pokok pendapatan hingga 11,5 persen (year-on-year) menjadi Rp18,1 triliun. Dengan demikian, laba bruto di 2025 meningkat 4,2 persen menjadi Rp11,79 triliun dari Rp11,31 triliun pada 2024.
Sepanjang tahun lalu, laba usaha Jasa Marga mengalami kenaikan terbatas 1,5 persen (y-o-y) menjadi Rp9,65 triliun. Laba sebelum pajak penghasilan di 2025 tercatat Rp6,35 triliun atau bertumbuh 10,2 persen (y-o-y), terutama dipicu penurunan biaya keuangan sebesar 10,7 persen (y-o-y) menjadi Rp3,6 triliun.
Sayangnya, total beban pajak penghasilan untuk Tahun Buku 2025 meroket hingga 881,2 persen menjadi Rp1,55 triliun dari Rp157,65 miliar pada Tahun Buku 2024. Maka, laba tahun berjalan di 2025 menjadi Rp4,81 triliun atau melorot 14,2 persen (y-o-y). Dari jumlah ini, laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada tahun lalu cuma Rp3,66 triliun atau anjlok 19,3 persen (y-o-y).
Pada sisi balance sheet, jumlah ekuitas JSMR per 31 Desember 2025 sebesar Rp62,36 triliun atau meningkat 6 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 senilai Rp58,83 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas emiten di bawah kendali PT Danantara Asset Management (Persero) ini mencapai Rp97,63 triliun atau membengkak 8,6 persen (y-o-y).
Per 31 Desember 2025, total aset perseroan sebesar Rp160 triliun atau meningkat 7,6 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas senilai Rp6,75 triliun atau mengalami kenaikan 31,8 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 yang senilai Rp5,12 triliun.
Jika mengacu pada cash flow JSMR di periode Januari-Desember 2025, peningkatan kas itu terutama dipengaruhi adanya arus kas bersih dari aktivitas pendanaan Rp9,19 triliun atau melonjak 16 persen (y-o-y), khususnya dari penerimaan utang bank yang membengkak 39,1 persen (y-o-y). (*)
Penulis: Kafka D Eiren
Editor: Milva Sary
