Omzet di 2025 Jeblok, Laba Bersih Hasnur (HAIS) Anjlok 28% Jadi Rp87 Miliar

hais
PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS) membukukan laba bersih Rp87,13 miliar atau anjlok 27,97 persen dibandingkan dengan capaian di 2024 yang sebesar Rp120,97 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan HAIS untuk periode berakhir 31 Desember 2025 yang dikutip Sabtu (14/2), anak usaha PT Nur Internasional Samudra ini mencatatkan pendapatan Rp880,58 miliar atau tersungkur 13,5 persen dibandingkan Tahun Buku 2024 yang sebesar Rp1,02 triliun.

Di tengah penurunan omzet tersebut, HAIS bisa menekan beban pokok pendapatan di 2025 sebesar 14,4 persen (year-on-year) menjadi Rp663,88 miliar, sehingga laba bruto pada tahun lalu menjadi Rp216,7 miliar atau merosot 10,65 persen dibandingkan pada 2024 sebesar Rp242,53 miliar.

Pada periode Januari-Desember 2025, beban usaha HAIS sebesar Rp90,89 miliar atau hanya bisa ditekan 5,51 persen (y-o-y), sehingga laba usaha menjadi Rp125,81 miliar atau melorot 14,03 persen dibandingkan dengan Tahun Buku 2024 sebesar Rp146,34 miliar.

Untuk Tahun Buku 2025, laba sebelum pajak penghasilan yang dicatatkan HAIS senilai Rp101,56 miliar atau terperosok 25,57 persen dibandingkan dengan laba sebelum pajak penghasilan di Tahun Buku 2024 yang sebesar Rp136,45 miliar.

Dengan adanya beban pajak penghasilan di 2025 sebesar Rp14,44 miliar, maka laba tahun berjalan HAIS menjadi Rp87,12 miliar atau terjerembab 28,17 persen (y-o-y). Adapun besaran laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk di 2025 senilai Rp87,13 miliar atau anjlok 27,97 persen (y-o-y).

Per 31 Desember 2025, ekuitas HAIS tercatat Rp838,86 miliar atau meningkat 10,02 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp762,45 miliar. Hingga akhir 2025, total liabilitas mencapai Rp695,58 miliar atau membengkak 59,12 persen (y-o-y).

Akibat kenaikan ekuitas maupun liabilitas tersebut, maka aset HAIS per akhir Desember 2025 menjadi Rp1,53 triliun atau mengalami kenaikan 27,5 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp122,84 miliar atau tersungkur 25,43 persen dibandingkan akhir 2024 yang sebesar Rp164,74 miliar. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top