
RollingStock.ID – PT Mitra Pack Tbk mengaku bahwa secara proforma pendapatan perseroan akan melorot 49,6 persen setelah pelaksanaan divestasi 76,42 persen saham PT Master Print Tbk (PTMR).
Berdasarkan surat PTMP kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 19 Februari 2026 yang ditandatangani Direktur Utama Mitra Pack, Ardi Kusuma, setelah pelaksanaan transaksi divestasi PTMR, perseroan akan mengalami penurunan pendapatan sekitar 49,6 persen dan rugi bersih bisa menurun 80,8 persen.
Ardi menyampaikan, pendapatan sebelum divestasi untuk periode berakhir 30 September 2025 sebesar Rp147,59 miliar, sedangkan pendapatan setelah divestasi PTMR menjadi Rp74,36 persen. Adapun rugi bersih sebelum divestasi tercatat Rp41,9 miliar dan rugi bersih setelah divestasi PTMR menjadi Rp8,03 miliar.
Ardi menyebutkan, divestasi sebesar 76,42 persen saham PTMR dilakukan dengan nilai transaksi mencapai Rp141,36 miliar sesuai laporan penilaian saham PTMR yang dibuat KJPP Syarif, Endang dan Rekan. Manajemen PTMP menyatakan, dana hasil divestasi akan digunakan membeli seluruh aktiva dan kewajiban PTMR sebesar Rp102,18 miliar dan aset tetap milik Ardi senilai Rp37,43 miliar
Manajemen PTMP mengungkapkan, pembelian aset tetap milik Direktur Utama PTMP tersebut sebelumnya digunakan sebagai kantor dan gudang operasional. Dengan demikian, nantinya perseroan tidak lagi mencatat liabilitas sewa, sehingga akan mengurangi biaya sewa”.
“Transaksi akuisisi PTMR yang dilakukan Deep Source Pte Ltd akan dilakukan terlebih dahulu. Setelah transaksi tersebut diselesaikan dan berlaku efektif, maka PTMP baru akan melaksanakan transaksi pembelian aktiva dan kewajiban aset neto PTMR,” demikian disampaikan manajemen PTMP.
Adapun target pelaksanaan transaksi pembelian aktiva dan kewajiban, serta pembelian aset itu tetap direncanakan paling lambat satu hari setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB dan RUPS Independen yang akan digelar pada 3 Maret 2026.
Terkait kegiatan operasional, manajemen PTMP menyatakan, saat ini kegiatan operasional PTMR dan PT Gobal Putra Kusuma (GPK) berada pada segmen usaha yang berbeda. PTMR berfokus pada segmen korporasi dan industri, sedangkan GPK berfokus pada segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). “Strategi operasional perseroan adalah melakukan konsolidasi kegiatan operasional melalui GPK,” tulis manajemen PTMP. (*)
Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary
