Pasar Valas Bergejolak Usai Trump Kirim Sinyal Soal Calon Bos The Fed

trump
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Satu kalimat pujian Presiden AS, Donald Trump kepada penasihat ekonominya di Gedung Putih pada Jumat (16/1) waktu setempat, langsung merembet ke pasar keuangan global. Dolar AS menguat setelah Trump secara terbuka menyatakan ingin mempertahankan Kevin Hassett di posisinya saat ini, sebuah sinyal penurunan peluang Hassett untuk menjadi Chairman Federal Reserve.

Berdasarkan laporan Reuters, pernyataan Trump tersebut memicu pembelian dolar karena dianggap menegaskan bahwa arah kebijakan bank sentral AS sangat terkait dengan kredibilitas dan dinamika politik. Kepala analis mata uang InvestingLive, Adam Button beranggapan, selama ini Hassett dipandang sebagai kandidat yang paling tidak independen dan cenderung dovish, sejalan dengan keinginan lama Trump untuk menurunkan suku bunga.

Trump akan segera mengumumkan calon pengganti Jerome Powell, yang masa jabatannya berakhir pada Mei 2026. Selain Hassett, nama-nama lain yang masuk bursa kandidat adalah Christopher Waller, Kevin Warsh dan Kepala Manajer Investasi Obligasi BlackRock, Rick Rieder. Di pasar spekulasi, Polymarket kini menempatkan Warsh sebagai kandidat terdepan.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama mengalami kenaikan 0,06 persen ke level 99,41 dan sempat menyentuh puncak enam pekan di posisi 99,49. Sementara itu euro melemah 0,1 persen ke level USD1,1594. Sepanjang pekan, dolar juga ditopang data ekonomi AS yang menunjukkan perbaikan pasar tenaga kerja, sehingga mendorong mundur ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed hingga Juni.

Wakil Chairman The Fed Bidang Pengawasan, Michelle Bowman mengatakan, bank sentral tetap harus siap memangkas suku bunga apabila pasar tenaga kerja yang rapuh melemah dengan cepat. Dari sisi data, produksi pabrik AS secara tak terduga meningkat pada Desember 2025 berkat lonjakan output logam dasar yang menutupi penurunan di sektor perakitan kendaraan bermotor. Meski demikian, aktivitas industri secara keseluruhan masih terkontraksi pada Kuartal IV-2025 akibat tekanan tarif impor.

Pada pasar Asia, Yen Jepang menguat setelah Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama menegaskan bahwa Tokyo tidak akan mengesampingkan opsi apa pun untuk menahan pelemahan mata uang, termasuk intervensi terkoordinasi dengan AS. Pernyataan ini muncul setelah yen sempat terpuruk ke level terendah 18 bulan terhadap dolar, karena dipicu kekhawatiran pasar atas rencana fiskal ekspansif Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi yang akan membubarkan parlemen dan menggelar pemilu cepat demi mengamankan dukungan publik.

Menurut analis UBS, Vassili Serebriakov, dinamika politik Jepang menjadi pendorong utama reli dolar terhadap yen, meski risiko intervensi valuta asing semakin membayangi. Yen tercatat menguat 0,3 persen ke level 158,16 per dolar, sedangkan bitcoin melemah 0,77 persen ke USD94.812. Serebriakov memperkirakan, peluang intervensi akan meningkat jika dolar/yen bergerak di kisaran 160-162, sejalan dengan pandangan Noah Buffam dari CIBC Capital Markets yang menilai pelemahan yen berpotensi untuk berlanjut.

Pada sisi kebijakan moneter domestik Jepang, sejumlah pembuat kebijakan Bank of Japan (BoJ) disebut melihat ruang untuk menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan pasar. April 2026 menjadi opsi terkuat kuat, seiring adanya upaya meredam tekanan inflasi yang berisiko semakin meluas akibat pelemahan yen. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top