PDB AS Melambung, Harga Tembaga Pecahkan Rekor Global di Market Shanghai dan London

Gedung Putih2
Ilustrasi (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Pada perdagangan Rabu (24/12), harga tembaga terpantau mencatatkan rekor tertinggi, lantaran ditopang penguatan prospek permintaan global seiring dengan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat dan sinyal pengetatan pasokan dari produsen utama.

Kontrak tembaga paling aktif di Shanghai Futures Exchange (SHFE) ditutup melonjak 2,3% ke level 95.080 yuan per ton pada pukul 14.23 WIB, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di level 96.510 yuan per ton.

Sementara itu, kontrak acuan tembaga tiga bulan di London Metal Exchange (LME) menguat 1,3% menjadi USD12.220 per ton, setelah sempat mencapai level tertinggi sepanjang masa di USD12.282 per ton pada awal sesi perdagangan.

Sepanjang tahun ini, harga tembaga tercatat menguat 39%, didukung pelemahan dolar AS, ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve, peningkatan kebutuhan logam untuk teknologi kecerdasan buatan (AI) dan transisi energi terbarukan, serta gangguan pasokan tambang yang memicu peningkatan aktivitas investasi spekulatif.

Dari sisi makroekonomi, produk domestik bruto (PDB) AS pada Kuartal III-2025 bertumbuh dengan laju tercepat dalam dua tahun terakhir. Pertumbuhan ini didukung belanja konsumen yang solid dan lonjakan ekspor, yang memperkuat prospek permintaan logam industri, termasuk tembaga.

Tekanan pasokan juga datang dari China. Smelter tembaga terbesar di Negeri Tirai Bambu ini diproyeksikan bakal memangkas produksi lebih dari 10 persen pada 2026, sejalan dengan upaya mengurangi kelebihan kapasitas, yang selama ini menekan dan mendistorsi biaya pengolahan konsentrat tembaga.

Penguatan harga logam juga berlangsung, seiring pelemahan dolar AS,yang berada di jalur kinerja tahunan terburuk selama lebih dari dua dekade. Kondisi ini dipicu spekulasi bahwa The Fed masih memiliki ruang untuk menurunkan Fed Funds Rate pada tahun depan, sejalan dengan perkiraan kebijakan moneter yang lebih ketat dari sejumlah bank sentral di berbagai negara.

Selain tembaga, logam dasar lain terpantau mengalami penguatan. Pada SHFE, harga nikel melonjak 4,8 persen ke level 126.650 yuan per ton, tertinggi hampir sembilan bulan. Aluminium dan seng juga mengalami kemaikan masing-masing 0,9 persen, timah tercatat stabil, sedangkan timbal meningkat 1,8 persen. Di pasar LME, aluminium meningkat 0,9 persen, seng mengalami kenaikan 1 persen, timbal menanjak 0,8 persen dan timah menguat 1,2 persen. (Satya B Darmawan)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top