Pefindo Beri Peringkat TPIA di level idAA- dengan Outlook Stabil

tpia

RollingStock.ID – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idAA- (Double A Minus) kepada PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan prospek perusahaan di posisi “Stabil” dan peringkat yang sama juga disematkan pada Obligasi Berkelanjutan V milik perseroan.

Berdasarkan laporan Pefindo terkait ikhtisar peringkat emiten yang dikirimkan melalui surat elektronik, Kamis (8/1), Obligasi Berkelanjutan V yang diterbitkan TPIA senilai maksimum Rp6 triliun memiliki peringkat idAA-. Dana hasil penerbitan surat utang ini akan digunakan untuk membiayai kebutuhan modal kerja perseroan.

Menurut analis Pefindo, Kresna Piet Wiryawan dan Ayuningtyas Nur Paramitasari dalam risetnya menyebutkan bahwa saat ini Pefindo menegaskan peringkat idAA- untuk TPIA sebagai perusahaan maupun obligasi yang masih beredar. “Prospek atas peringkat perusahaan adalah Stabil”.

Kresna menyatakan, peringkat tersebut mencerminkan posisi terdepan TPIA dalam industri petrokimia yang didukung sinergi dengan mitra strategis, kegiatan usaha yang terintegrasi secara vertikal dengan fasilitas pendukung yang memadai, serta likuiditas dan fleksibilitas keuangan yang kuat.

Namun, peringkat dibatasi struktur permodalan dan kebijakan keuangan yang moderat, sensitivitas terhadap siklus industri dan risiko terkait dengan ekspansi sejumlah proyek baru. Peringkat ini telah memperhitungkan akuisisi atas Aster Chemicals and Energy Pte Ltd pada April 2025, Chevron Phillips Singapore Chemicals pada Agustus 2025 dan condensate splitter unit pada Juni 2025.

“Kami melihat bahwa hal ini dapat memperkuat integrasi vertikal dan diversifikasi produk yang akan berpengaruh positif pada pangsa pasar dan margin laba dalam jangka menengah sampai panjang, terutama setelah TPIA mengoperasikan secara penuh aset-asetnya,” demikian disampaikan Kresna.

Dia menambahkan, sejauh ini Pefindo berpandangan bahwa 2026 akan menjadi kunci bagi emiten milik taipan Prajogo Pengestu tersebut, karena perusahaan ini diekspektasikan bisa memfinalisasi sejumlah proses peremajaan proyek-proyek barunya dan akan mulai menghasilkan margin laba yang positif.

“Selama proses ini, TPIA kami nilai masih memiliki likuiditas yang cukup dan fleksibilitas keuangan yang kuat untuk membiayai belanja modal, modal kerja, serta utang yang jatuh tempo,” ujar Kresna.

Kresna menegaskan, Pefindo dapat menaikkan peringkat, jika emiten di bawah kendalai PT Barito Pacific Tbk (BRPT) ini sukses memperkuat manajemen operasi yang tercermin dari kemampuan menghasilkan EBITDA lebih dari yang diproyeksikan dan memberikan dampak positif bagi profil keuangan.

“Peringkat dapat diturunkan, jika kami memandang terjadi penurunan secara terus-menerus dalam profil keuangan TPIA, karena margin laba yang lebih lemah dari perkiraan sebagai akibat dari kenaikan harga bahan baku atau penurunan harga produk,” kata Kresna.

Menurut dia, hal tersebut bisa diakibatkan dari permintaan untuk produk petrokimia yang lebih lemah dari strategi yang sudah diantisipasi, terutama di pasar domestik dan regional sebagai fokus TPIA, serta harga bahan baku yang lebih tinggi dari perkiraan.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, peringkat juga bisa berada di bawah tekanan, jika fleksibilitas keuangan TPIA melemah yang tercermin dari porsi utang bank bereputasi tinggi mengalami penurunan atau melakukan ekspansi yang didanai dengan utang lebih tinggi dari proyeksi. (Milva Sary)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top