
RollingStock.ID – Harga emas dunia kembali melesat yang mencerminkan peningkatan kegelisahan pasar global menjelang rangkaian data ekonomi penting Amerika Serikat yang berpotensi mengubah arah kebijakan moneter Federal Reserve.
Berdasarkan laporan Reuters dari Bengaluru, Senin (9/2) atau Selasa (10/2) dini hari WIB, harga emas spot melonjak 1,9 persen menjadi USD5.056,21 per ons pada pukul 01.35 WIB, melanjutkan reli sebesar 4 persen pada Jumat. Sementara itu, emas berjangka AS kontrak April 2026 ditutup meningkat 2 persen ke USD5.079,40 per ons.
Kenaikan harga emas terjadi seiring dolar AS yang melemah 0,8 persen ke level terendah dalam lebih dari sepekan, membuat emas lebih murah bagi pembeli luar negeri. Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek menyebutkan, depresiasi dolar menjadi pemicu utama, ditambah lagi ekspektasi data ekonomi yang lebih lemah, terutama di sektor tenaga kerja.
Saat ini investor menunggu rilis data non-farm payrolls, inflasi konsumen dan klaim pengangguran AS pekan ini untuk mencari petunjuk arah suku bunga The Fed. Pasar memperkirakan, setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin pada 2026.
Berdasarkan jajak pendapat Reuters, penambahan tenaga kerja non-pertanian di AS pada Januari 2026 diperkirakan mencapai 70.000 orang, sementara itu kondisi suku bunga lebih rendah umumnya mendukung harga emas. Data People’s Bank of China (PBOC) menunjukkan bank sentral China memperpanjang pembelian emas untuk bulan ke-15 berturut-turut pada Januari 2026.
Untuk pasar logam mulia lainnya, perak spot melonjak 6,3 persen menjadi USD82,86 per ons setelah sebelumnya melesat hampir 10 persen, sedangkan platinum naik 0,8 persen ke USD2.112,56 per ons dan paladium menguat 1,3 persen ke USD1.727,75 per ons. (*)
Penulis: Rahmat Adi Candra
Editor: Milva Sary
