Pendapatan di 2025 Merosot, Laba Bersih RMKE Melorot 15,4% Jadi Rp241,79 Miliar

rmke2
PT RMK Energy Tbk (RMKE) – (Foto: Istimewa)

RollingStock.ID – Sepanjang 2025, PT RMK Energy Tbk (RMKE) cuma membukukan laba bersih Rp241,79 miliar atau melorot 15,4 persen dibandingkan dengan capaian di Tahun Buku 2024 yang sebesar Rp285,79 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan RMKE untuk periode yang berakhir 31 Desember 2025, emiten di bawah kendali PT RMK Investama ini mencatatkan pendapatan Rp2,22 triliun atau merosot 9,9 persen dibandingkan periode yang sama di 2024 mencapai Rp2,46 triliun.

Di tengah penurunan revenue tersebut, RMKE hanya bisa menekan beban pokok pendapatan sebesar 9,5 persen (year-on-year) menjadi Rp1,81 triliun, sehingga laba bruto di sepanjang 2025 menjadi Rp405,36 miliar alias terperosok 12 persen dibandingkan setahun sebelumnya Rp460,47 miliar.

Pada periode Januari-Desember 2025, laba sebelum pajak penghasilan yang dicatatkan emiten pertambangan batubara ini senilai Rp318,18 miliar atau menurun 9 persen dibandingkan dengan periode Januari-Desember 2024 yang sebesar Rp349,73 miliar.

Dengan adanya beban pajak penghasilan di 2025 sebesar Rp72,75 miliar, maka laba bersih tahun berjalan RMKE menjadi Rp245,43 miliar atau terperosok 9,9 persen dari Rp272,5 miliar di 2024. Adapun besaran laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk untuk Tahun Buku 2025 senilai Rp241,79 miliar alias melorot 15,4 persen (y-o-y).

Dari sisi balance sheet, jumlah ekuitas RMKE per 31 Desember 2025 tercatat Rp1,96 triliun atau bertumbuh 13,4 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp1,73 triliun. Hingga akhir 2025, total liabilitas mencapai Rp882,41 miliar atau membengkak 37,4 persen (y-o-y), yang didominasi kewajiban jangka pendek Rp560,19 miliar.

Per 31 Desember 2025, total aset emiten yang terafiliasi dengan RMKO ini sebesar Rp2,84 triliun atau mengalami kenaikan 19,9 persen (y-o-y), dengan jumlah kas dan setara kas Rp257,85 miliar alias melonjak 490,6 persen dibandingkan posisi per 31 Desember 2024 senilai Rp43,67 miliar.

Jika mengacu pada cash flow RMKE di periode Januari-Desember 2025, lonjakan kas tersebut terutama dipengaruhi penerimaan utang jangka pendek mencapai Rp446,5 miliar dan penerbitan surat utang sebesar Rp400 miliar. (*)

Penulis: Syafril JA Surya
Editor: Milva Sary

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top